Kamis, 7 Mei 2026

Info Bener Meriah

Bupati Sarkawi Ingatkan Camat Dampingi Reje Terkait Penyaluran Bantuan Kepada Masyarakat

“Semua bantuan ini sifatnya konsumtif, yang tidak semua bisa mendapatkannya karena kriteria dan ketentuannya sudah ditetapkan,” ujar Bupati.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi. 

 “Semua bantuan ini sifatnya konsumtif, yang tidak semua bisa mendapatkannya karena kriteria dan ketentuannya sudah ditetapkan,” ujar Bupati. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi mengingatkan, para Camat agar melakukan pendampingan terhadap Reje Kampung dalam wilayahnya untuk memberi edukasi dan pemahaman kepada warga agar tidak salah memahami terkait jenis bantuan yang disalurkan oleh pemerintah.

Hal itu ditegaskan Bupati Sarkawi saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah kepala SKPK, Camat dalam lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah yang berlangsung di Pendopo Bupati setempat, Jumat (30/5/2020). 

Dikatakan Sarkawi, sedikitnya ada 6 jenis bantuan yang sudah dan yang sedang disalurkan, diantaranya berupa, bantuan program keluarga harapan (PKH).

Lalu, bantuan pemberian non tunai (BPNT), bantuan fakir miskin, bantuan pangan berupa beras, bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan sembako. 

Ditambah lagi pada bulan suci Ramadhan kemaren digelar pasar murah oleh Dinas Perdagangan.

Abrasi Hancurkan Kuburan Warga Tionghoa  

Ini 5 Manfaat untuk Kesehatan Melakukan Seks di Pagi Hari

Satu Rumah Warga Terbakar di Permata, Kerugian Diperkirakan 80 Juta

 “Semua bantuan ini sifatnya konsumtif, yang tidak semua bisa mendapatkannya karena kriteria dan ketentuannya sudah ditetapkan,” ujar Bupati.

Selain itu, tambah upati Sarkawi dalam menghadapi krisis pangan pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga memberikan bantuan program ketahanan pangan untuk mendorong masyarakat menanam yang sifatnya produktif.

“Konsep ketahanan pangan ini harus dimaknai dengan makna yang luas, yaitu bantuan yang diberikan berupa bibit dan pupuk. Bibit dan pupuk disesuaikan dengan zona jenis tanaman yang cocok. Seperti jagung, kentang, padi, kacang-kacagan, ubi, ketela, bawang, cabe, ternak dan lainnya,” jelas Bupati.

Lanjutnya, program ketahanan pangan ini lebih mengedepankan kepada kesiapan warga untuk berada pada kondisi terburuk, dimana ketersediaan pangan sudah sangat langka.

Kondisi tersebut memang tidak kita harapkan kata Bupati, namun kita harus persiapkan, karena Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Provinsi Aceh telah memberi warning terhadap hal ini, baik karena kondisi Covid -19 secara Internasional maupun karena pridiksi kekeringan yang sudah disampaikan oleh BMKG beberapa minggu yang lalu. 

“Kita berdo'a, mudah-mudahan kondisi terburuk ini tidak terjadi, sehingga program ketahanan pangan ini hasilnya nanti bisa kita jual untuk kebutuhan lain, kalau pun harganya kurang "bersahabat" paling tidak bisa menjadi konsumsi pribadi,” harap Bupati.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved