Berita Subulussalam
Usai Bertemu Tokoh Pemekaran, Asmauddin Berjumpa Walkot Subulussalam Affan Bintang
Momen pertemuan antara Asmauddin dengan Wali Kota Subulussalam H Affan Bintang tersebut diunggah netizen di akun media sosial facebook
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Pertemuan kedua tokoh pemekaran menjadi pembahasan menarik warga maupun para netizen khususnya media sosial facebook. Ini lantaran sejak belasan tahun kedua tokoh itu diketahui kurang ‘akur’ akibat masalah politik.
Padahal, Asmauddin yang merupakan Pj Walkot Subulussalam perdana adalah mantan Ketua Panitia Pemekaran Pemko Subulussalam. Pun demikian dengn Merah Sakti SH mantan Walkot Subulussalam dua periode tokoh pentolan pemekaran.
Berdasarkan catatan Serambinews.com, Asmauddin menjadi salah satu rival tetap Merah Sakti dalam dua kali pilkada di daerah itu. Lalu di pilkada ketiga yakni 2018 lalu, Asmauddin kembali bertarung dengan sejumlah kandidat termasuk Hj Sartina istri Merah Sakti.
Dua periode Merah Sakti memimpin Subulussalam, sudah menjadi rahasia umum jika adanya ‘ketidakakuran’ antara Merah Sakti dengan Asmauddin. Ini terbukti hijrahnya Asmauddin ke Kabupaten Aceh Singkil dan Banda Aceh selama kekuasaan Merah Sakti di Subulussalam.
Kini, ketika puncak pimpinan Subulussalam dinakhodai H Affan Alfian Bintang SE bersama wakilnya Drs Salmaza MAP, kedua tokoh yang selama ini dikenal saling berseberangn politik mulai saling merapat.
Mereka adalah Asmauddin dan Merah Sakti, mantan Pj Walkot Subulussalam perdana serta mantan Walkot Subulussalam periode 2009-2014 hingga periode 2014-2019. Sederet masalah menjadi pembahasan kedua tokoh dalam pertemuan yang dihadiri beberapa pihak lainnya.
Menurut Muzir yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, selain Merah Sakti ada juga seberkas catatan dikemukakan Asmauddin menyikapi kondisi Kota Subulussalam saat ini.
Dia pun membeberkan beberapa persoalan yang diungkap Asmauddin terutama kebijakan kebijakan pemerintah yang sampai hari ini belum terlihat memihak kepada masyarakat. Hal lain yang disorot mengenai tata kelola pemerintahan yang menurutnya belum Good Government.
"Jangan ada kepentingan pribadi dalam menentukan kebijakan, sehingga kebijakan yang dilahirkan tak sesuai harapan,"demikian disampaikan Asmauddin sebagaimana ditirukan Muzir.
Terhadap masalah ini, Asmauddin berharap Kota Subulussalam maju dan berkembang dengan mengutamakan anak-anak negeri bekerja di pemerintahan. Harapan lain pemerintah dapat menyelesaikan dengan cepat dan bijak persoalan persoalan yang menyangkut hidup orang banyak, seperti sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan banjir.
Menurutnya apabila isu di masyarakat tidak bisa diserap dengan positif dikuatirkan akan membahayakan elektabilitas pemerintah hingga berpotensi terjadinya gejolak besar-besaran.(*)
• Heboh Aplikasi Kitab Suci Aceh di Google Playstore, Ketua FKUB Langsa Minta Pemerintah Bertindak
• Beredar di Medsos, Petisi untuk Presiden agar Mendesak Google Hapus Aplikasi Kitab Suci Aceh
• Akui Fans Fanatik di Indonesia yang Terbaik, Berikut Komentar Pemain Persiraja Adam Mitter
• Kena Karma Akibat Suka Klaim, China Kini Dibuat Sempoyongan Karena Kapal Perang AS Masuk Wilayahnya
• Kisah Murdiana SKom, Difabel yang Mengajar Anak-anak Desa di Tengah Wabah Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tokohmekarsbs.jpg)