Orang Misterius Semprot Masjid dengan Cairan Berasap, Diduga Air Keras

Pelaku diduga menyemprot rumah ibadah tersebut dengan dalih melakukan penyemprotan disinfektan cegah penyebaran virus covid-19.

SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Parkiran yang dipenuhi kendaraan jamaah shalat tarawih di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, masih sangat ramai ditengah pandemi Covid-19, Selasa (28/4/2020) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sebuah masjid di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, disemprot dengan cairan yang diduga air keras oleh orang tidak dikenal.

Pelaku diduga menyemprot rumah ibadah tersebut dengan dalih melakukan penyemprotan disinfektan cegah penyebaran virus covid-19.

Meski tak ada korban dan kerugian materil dalam kasus yang terjadi pada Jumat (29/5/2020) siang itu, belum diketahui pasti siapa pelakunya.

Arab Saudi Buka Kembali Semua Masjid, Jamaah Wajib Pakai Masker dan Wudhu dari Rumah

Hari Pertama Pembukaan Kembali Masjidil Aqsa, 700 Umat Muslim Shalat Subuh Berjamaah

Arab Saudi Sterilkan 90.000 Masjid

Kepala Rumah Tangga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami' Uswatun Hasanah, Sartono (53) mengatakan pihaknya baru tahu peristiwa penyiraman air keras usai pelaku pergi.

"Kalau pun benar disinfektan harusnya kan izin dulu ke DKM, jangan asal main semprot. Ini ke DKM, pengurus RT/RW enggak izin," kata Sartono, Senin (1/6/2020).

Pengurus pertama tahu masjid disiram sekira pukul 09.30 WIB saat petugas keamanan dapat laporan pintu gerbang masjid terbuka. Kala itu memang tak ada seorang pun di masjid, sementara petugas keamanan berada di rumah karena habis berjaga di malam harinya.

"Memang pas kejadian gerbang dalam keadaan enggak digembok, hanya digerendel saja. Pas dicek selasar sampai tangga Masjid basah semua, bau cairan kimia," ujarnya.

Jamaah Shalat Ied di Masjid Jamik Lhokseumawe Membludak, Lebih Ramai dari Biasanya

Diguyur Hujan Deras, Shalat Ied di Lapangan Persada Blangpidie Dipindah ke Masjid At-Taqwa

Ini Penjelasan Kepala Dinas Perkim dan LH Abdya Terkait Robohnya Plafon Masjid Agung 

Sartono menuturkan bau kimia yang berbeda dengan lazimnya disinfektan membuat pengurus bergegas mengepel masjid. Lantaran tak tahu jenis cairan kimia yang digunakan, mereka juga sepakat menyemprot disinfektan ulang ke seluruh bagian masjid.

"Baunya juga beda dengan disinfektan yang dipakai Damkar, di sini sudah pernah dua kali disemprot Damkar. Damkar juga kalau nyemprot pasti koordinasi, jadi pasti bukan Damkar," tuturnya.

Sartono menyebut DKM Masjid Jami Uswatun Hasanah sudah menanyakan ke warga sekitar perihal sosok orang tak dikenal yang masuk. Namun tak ada warga yang melihat sosok orang tak dikenal sebelum petugas keamanan mendapati bagian selasar masjid basah.

"Kita juga enggak ada CCTV, jadi enggak tahu siapa yang nyemprot. Tapi kita sudah kasih tahu DKM lain biar lebih waspada menjaga Masjid, untuk antisipasi," lanjut Sartono.

Pun belum dipastikan sisa cairan yang ditemukan pada Minggu (30/5) adalah air keras, namun cairan dalam bungkus plastik itu dipastikan bahan kimia.

Tiadakan Shalat Idul Fitri Berjamaah, Masjid istiqlal Siap Gelar Takbir Akbar Secara Virtual

Pasalnya saat dituang ke pasir seketika mengepul asap dari cairan sehingga DKM Jami Uswatun Hasanah bergegas membuang sisa cairan.

"Takut membahayakan jadi langsung kita buang. Untungnya enggak ada korban atau kerugian lain. Sekarang sih ya kita lebih waspada, gerbang kita gembok," kata Sartono.(bim/wly)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved