Breaking News:

Pungli

Diduga Hoax, Polisi Selidiki Informasi Pungli di Pos Perbatasan Aceh Tamiang

Menurut AKBP Ari Lasta Irawan, narasumber yang disajikan dalam berita itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Serambinews.com
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta usai memberikan klarifikasi terkait tuduhan pungli di pos perbatasan, Kamis (4/6/2020). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pemberitaan pungutan liar di posko perbatasan Aceh Tamiang oleh sebuah media asal Sumatera Utara dan sebuah akun media sosial berbuntut panjang.

Polisi memastikan sedang mendalami kasus ini karena dinilai cenderung hoax atau tidak sesuai fakta di lapangan.

Hal ini disampaikan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan yang secara khusus bersama Bupati Aceh Tamiang Mursil dan Dandim 0117/Atam Letkol Inf Deki Rayusyah Putra melakukan klarifikasi, Kamis (4/6/2020).

“Berita itu hoax atau tidak, masih dalam proses penyelidikan dan akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Ari.

Namun dari amatan sementara, Ari mencatat ada beberapa hal yang menjadi perhatiannya dan terkesan pemberitaannya itu tidak sesuai fakta.

Menurutnya narasumber yang disajikan dalam berita itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Di situ ada disebut oknum (pangkat) Brigadir, ada sopir bus, ada wakil direktur LSM yang namanya tidak disebutkan dengan jelas. Jadi ini tidak jelas, tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Hal yang paling fatal menurutnya terletak pada judul yang menggunakan kata ‘amburadul”. Kata amburadul ini bahkan disebutnya telah melukai anak buahnya dan petugas lain yang dilibatkan dalam menjaga posko perbatasan.

Padahal dia memastikan mekanisme penjagaan yang melibatkan kurang lebih 50 petugas gabungan itu sudah sangat sistematis dan dilakukan 24 jam.

“Kita harus berbangga karena sampai saat ini seluruh wilayah Aceh dinyatakan zona hijau. Jangan dirusak dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Kalau ada bukti, silahkan lapor biar ditindaklanjut,” tegasnya.

Ari juga menyoroti foto yang terpajang dalam berita di media tersebut. Kesannya kata dia, foto tersebut mencoba menggiring opini masyarakat kalau awak bus sedang menyerahkan uang kepada petugas.

“Dari gambar ada orang menghadapi ke bus Putra Pelangi dalam kondisi tidak jelas, apakah serahkan uang atau tidak. Dari situ disimpulkan masih anonim, tidak jelas kebenarannya,” kata Ari.(*)

Nek Munayah Hilang Saat Mandi di Sungai Rantau, Aceh Tamiang, Tinggalkan Sandal dan Sarung di Tepi

Gadis Remaja Cekik Ibunya Hingga Tewas, Masukkan Mayatnya Dalam Koper

Pemerintah Aceh Gratiskan Biaya Pengurusan Surat Rapid Test, Ini Lokasi Tes di Banda Aceh

Kasus Perampokan Kim Kardashian 2016 Disidangkan di Paris Besok

20.000 Ton Minyak Diesel Tumpah, Presiden Rusia Umumkan Status Darurat Nasional

Pamit ke Luar Rumah untuk Buang Air Besar, Jasad Buruh Ditemukan Terapung di Irigasi Pidie

 

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved