Breaking News:

Kematiannya Picu Kerusuhan di AS, George Floyd Dinyatakan Positif Covid-19 dari Hasil Tes Swab

Temuan tersebut didapati dari diketahui setelah dilakukan autopsi terhadap jenazah sekuriti yang menghembuskan nafas terakhir pada 25 Mei 2020

Twitter/@GwynneFitz
ILUSTRASI - Demo membela George Floyd di New York, Amerika Serikat. 

Pria kulit hitam bernama David McAtee (53) tewas tertembak dalam demo membela George Floyd, di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). (Walt and Marshae Smith/westofninth.com)

Namun demonstrasi umumnya lebih damai dan tenang dibandingkan dengan minggu lalu.

Para pengunjuk rasa damai masih berada di kota-kota seperti Atlanta, Washington DC, dan Seattle.

Namun di Kota News York dilaporkan ada bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi di New York.

Pihak berwenang mengatakan kota itu masih lebih tenang dari sebelumnya, tanpa ada laporan adanya penjarahan.

Di Kota Atlanta ada enam petugas polisi Atlanta didakwa melakukan tindakan berlebihan terhadap dua mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa pada Sabtu malam lalu.

Para polisi itu disebut memecahkan kaca mobil, menarik keluar seorang wanita dari dalam mobil dan menangkap laki-laki di sebelahnya.

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Mark Esper menyebut pembunuhan George Floyd sebagai kejahatan mengerikan dan menyatakan para polisi yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan itu.

Uniknya, Esper menegaskan tidak mendukung penggunaan militer aktif untuk memadamkan unjuk rasa, sebuah sikap yang bertentangan dengan pidato Presiden Donald Trump pada awal pekan ini.

Sikap Esper itu senada dengan pernyataan mantan Menteri Pertahanan James Mattis.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved