Berita Aceh Besar

Warga Payatieng Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Aspal di Kejari Aceh Besar

Kondisi jalan yang diaspal terlalu tipis dan kualitas diragukan, sehingga proyek pembangunan jalan itu mereka laporkan ke pihak kejaksaan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Salah Seorang Warga Payatieng, Aceh Besar, Munawar. 

Kondisi jalan yang diaspal terlalu tipis dan kualitas diragukan, sehingga proyek pembangunan jalan itu mereka laporkan ke pihak kejaksaan.

Laporan Asnawi Luwi, Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Masyarakat Gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, pertanyakan laporan penanganan kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar.

Duagaan kasus itu untuk pembangunan jalan aspal sepanjang 919 meter dari dana desa sebesar Rp 395.204.000.

Munawar, Salah Seorang Warga Payatieng, Kepada Serambinews.com, Rabu (10/6/2020) mengatakan, dirinya dan warga lainnya melaporkan kasus proyek dugaan korupsi pembangunan jalan aspal Payatieng di Kejati Aceh pada tanggal 13 Desember 2019.

Namun, kasus itu dialihkan penanganan di Kejari Aceh Besar. Namun, sampai kini versi warga ini, belum jelas penanganan kasus itu.

Kata dia, pembangunan jalan aspal sepanjang 919 meter mencapai Rp 395.204.000 disinyalir tidak sesuai spek.

Kondisi jalan yang diaspal terlalu tipis dan kualitas diragukan, sehingga proyek pembangunan jalan itu mereka laporkan ke pihak kejaksaan.

" Kami minta kasus tersebut dituntaskan dan turunkan tim ahli untuk KUR jalan tersebut," ujar Munawar.

Wabup Pidie Serahkan Bantuan Dua Rumah Layak Huni di Tangse

Badai Landa Meurah Mulia Aceh Utara, Belasan Rumah Rusak, Termasuk Puskesmas

Publik Tersentak, Ini Ternyata Pembunuh Nek Fatimah di Aceh Utara

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Aceh Besar, Dedi Mariadi SH, mengatakan, mereka telah turun ke lapangan mengecek pembangunan jalan aspal Payatieng.

Namun, tenaga ahli belum diturunkan.

Menurut dia, anggaran seperti itu sudah cocok untuk pembangunan volume jalan aspal Payatieng tersebut.

Karena, kebutuhan paling besar anggaran banyak digunakan untuk pembelian aspal,"ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved