Breakwater Ambruk
Asrama Santri Terancam, Breakwater di Belakang Pesantren Darul Huda Ambruk Dihantam Ombak
Kami sangat berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan untuk segera memperbaiki kerusakan breakwater tersebut, sebab jika tidak direhab a
Penulis: Taufik Zass | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Taufik Zass I Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Tanggul pemecah ombak (breakwater) dibelakang dayah Darul Huda, Gampong Sawang II, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan sepanjang 100 meter ambruk dihantam ombak.
Pimpinan Dayah Darul Huda,Tgk Rasyidin kepada Serambinews.com, Rabu (10/6/2020) mengatakan kerusakan tersebut tidak segera diperbaiki maka akan sangat mengancam keberadaan Asrama Santri.
"Kami sangat berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan untuk segera memperbaiki kerusakan breakwater tersebut, sebab jika tidak direhab akan mengancam keberadaan gedung Asrama Santri," ungkapnya.
Untuk diketahui Dayah Darul Huda, Gampong Sawang II, Kecamatan Sawang ini berada persis dibibir pantai dan pinggir jalan raya lintas Blangpidie - Subulussalam.
Ponpes yang di Pimpinan, Tgk Rasyidin itu saat ini sedang berkembang pesat. Sebab santri yang mondok di Ponpes tersebut bukan hanya warga Aceh Selatan namun juga banyak dari luar daerah.
• Begini Kesaksian Warga Terkait Angin Puting beliung Menyapu Rumah dalam Sekejap di Aceh Utara
• Seorang Remaja Tanah Luas Aceh Utara, Tewas Disambar Petir saat Main Layang-layang
• Warga Pidie dan Aceh Siap-Siap, Skrining Massal Virus Corona Telah Dimulai
Warga sekitar juga berharap kepada Pemerintah untuk membantu penanganan tanggul pemecah ombak yang ambruk tersebut supaya keberadaan Asrama Santri di Ponpes tersebut tidak terancam.
"Jika kondisinya seperti sekarang ini santri yang tinggal di Asrama tersebut juga tidak nyaman. Karenanya kami selaku masyarakat juga sangat berharap kepada Pemerintah untuk memprioritaskan penanganannya," kata Basir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanggul-99696.jpg)