Breaking News:

Kasus Suap Komisioner KIP Agara

GeRAK Pertanyakan Kejelasan Kasus Dugaan Suap Perekrutan Komisioner KIP Aceh Tenggara oleh KPK

Kasus dugaan suap yang ditangani oleh pihak KPK ini diduga mangkrak, sehingga publik mempertanyakannya.

hand over dokumen pribadi
Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Masih teringat dibenak kita dihebohkan sejumlah oknum DPRK Aceh Tenggara dan staf DPRK, dan mantan Komisioner KIP Agara diperiksa penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap atau gratifikasi perekrutan Komisioner KIP Agara periode 2018-2023 dalam Pileg 2019. Perekrutan ini dilakukan oleh panitia seleksi (Pansel) DPRK Aceh Tenggara.

Kasus dugaan suap yang ditangani oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diduga mangkrak, sehingga publik mempertanyakannya.

"Kasus dugaan suap perekrutan Komisioner KIP Agara harus dituntaskan KPK-RI ke publik, apalagi sejumlah oknum DPRK Aceh Tenggara dan staf diperiksa KPK di Medan. Kasus ini harus ada penjelasan KPK-RI kepada publik," ujar Askhalani Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh,  kepada Serambinews.com, Kamis (11/6/2020).

Menurut dia, perjalanan kasus dugaan suap perekrutan Komisioner KIP Agara sudah mencapai setahun. Tetapi, kasus tersebut belum tuntas.

Untuk itu, GeRAK Aceh meminta kepada Ketua KPK RI, Irjen Firli Bahuri untuk menuntaskan kasus tersebut dan kepada Komisi III DPR RI agar memback-up kasus tersebut agar tuntas.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, KPK sedang membidik dugaan suap di DPRK Agara terkait rekrutmen Komisioner KIP Agara. 

Sebanyak 25 dari 30 Anggota DPRK dan beberapa staf PNS sudah dipanggil KPK untuk diperiksa.

Selain itu, penyidik KPK RI, juga sudah pernah memeriksa mantan peserta calon anggota komisioner KIP Aceh Tenggara periode 2018-2023. 

Pemeriksaan ini berlangsung di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Medan, Sumatera Utara pada Senin (20/5/2019).(*)

Mengkhawatirkan, Warga Aceh dari Zona Hijau Mulai Berbondong-bondong ke Medan

Terkait Pembakaran Kantor Reje, Aparat Desa Mengaku Pernah Diancam      

Pengakuan Pria yang Pergoki Sejoli Mesum: Ceweknya Dicabuli, Cowoknya Diikat di Pohon

Kisah Nyata Driver Ojol Antar Penumpang Mistis: Si Wanita Sudah Meninggal 4 Tahun Lalu

Pulang ke Rumah saat Mabuk, Suami Cabuli Anaknya yang Masih Bawah Umur, Istri Sampai Terbangun

Kawanan Gajah Liar Teror Tiga Gampong di Geumpang, Pidie, Padi Siap Panen jadi Sasaran

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved