Liga Indonesia
Liga 1 dan Liga 2 Dilarang Digelar di Zona Merah, Berikut Pernyataan Sesmenpora
Kunjungan itu hanya sebatas melaporkan sejauh mana perkembangan PSSI dalam menyiapkan segala bentuk hal demi kembalinya kompetisi.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto mengatakan, jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 difokuskan digelar di daerah yang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau zona merah.
Beberapa hari lalu, perwakilan PSSI berkunjung ke kantor Kemenpora di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, untuk membahas kelanjutan kompetis Liga 1 dan Liga 2.
Kunjungan itu hanya sebatas melaporkan sejauh mana perkembangan PSSI dalam menyiapkan segala bentuk hal demi kembalinya kompetisi.
“Memang PSSI sudah melaporkan (jalannya Liga) secara lisan tiga hari lalu melalui Plt Sekjen, Wasekjen dan direktur teknik," kata Gatot S Dewa Broto seperti dikutip BolaSport dari Warta Kota saat bincang-bincang di salah satu stasiun radio, Sabtu (13/6/2020).
"Mereka menghadapi kami di Kemenpora tetapi secara tertulis itu belum melaporkan kepada Pak Menpora,” imbuhnya.
• Plt Gubernur Tinjau Peternakan Sapi Indrapuri Sekaligus Serahkan Bantuan Bibit Rumput Gajah
• Hendra Budian Angkat Bicara, Namanya Tak masuk Kepengurusan Golkar Aceh: Saya Positif Thinking
Dalam pertemuan tersebut, diperoleh beberapa poin penting.
Salah satunya mengenai daerah mana yang akan digunakan untuk perhelatan.
Sebelumnya, Liga 1 2020 direncanakan hanya digelar di Pulau Jawa.
Hal itu untuk meminimalisir pengeluaran klub-klub dan mencegah penularan virus corona.
Bahkan, Kamis (11/6/2020), PSSI sudah membuka kesempatan kalau klub di luar Pulau Jawa akan bermarkas di Yogyakarta.
“Sejumlah tim luar Jawa yang kemungkinan besar bisa ditempatkan di Yogyakarta seperti Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Barito Putera, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura,” ungkap Ketua Umum PSSI, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam Webinar yang diselenggarakan LPEM FEB Universitas Indonesia seperti dirilis Antara, Kamis (11/6/2020).
Gatot menjelaskan, jika daerah yang masih menerapkan PSBB tidak bisa dijadikan host atau tuan rumah Liga 1.
“Poinnya kita lihat, contoh daerah mana saja yang akan dipakai untuk bagian dari kompetisi ini, masih kena PSBB atau tidak" ujarnya.
• Terpidana Penganiaya Guru Honorer Jalani Tahanan 7 Hari Lagi
• Selain Indonesia, Sejumlah Negara Juga Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2020
"Kalau masih PSBB tidak bisa, tidak ada cerita tidak boleh dilakukan, yang tidak PSBB pun protokol kesehatan masih harus dilakukan,” lanjut Gatot.
Sesmenpora pun berharap, apabila roda kompeisi kembali dilanjutkan maka semua pihak termasuk panitia penyelenggara jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/persiraja-vs-bhayangkara-fc-liga-1-2020.jpg)