Update Corona di Aceh Selatan

Hasil Swab dan Rapid Test, Seorang Warga Aceh Selatan Diduga Positif Covid-19  

Sebanyak 11 orang treveler yang terjaring razia di pos kesehatan perbatasan Aceh Selatan-Subulusalam beberapa hari lalu satu diantaranya diduga...

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 menggelar konferensi pers di Aula Rapat Lantai II, Kantor Bupati, di Kecamatan Tapaktuan, Rabu (17/6/2020). 

 

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sebanyak 11 orang treveler yang terjaring razia di pos kesehatan perbatasan Aceh Selatan-Subulusalam beberapa hari lalu satu diantaranya diduga Positif Covid-19 usai di lakukan rapid test dan swab darah.

Hal tersebut disampaikan, Plt Bupati Aceh Selatan,Tgk Amran selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam Konferensi Pers di Aula Rapat Lantai II, Kantor Bupati, Kecamatan Tapaktuan, Rabu (17/6/2020).

"Salah seorang warga kita asal dari salah satu gampong dalam Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan yang terjaring razia diperbatas ini dinyatakan positif Covid-19 usai dilakukan rapid tes dan hasil Swab yang dikeluarkan di Litbangkes Banda Aceh hari ini," kata  Plt Bupati Aceh Selatan,Tgk Amran.

Menurutnya, ini merupakan kasus yang pertama di Kabupaten Aceh Selatan dimana warga yang baru pulang dari Medan satu orang dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang sudah diisolasi di RSUD dr Yuliddin Away Tapaktuan untuk mendapatkan perawatan.

Sementara, yang 10 orang lagi, tambahnya, berdasarkan hasil swab dinyatakan negatif dan sekarang sudah di karantina. Adapun satu orang warga Kecamatan Tapaktuan yang positif covid-19 berinisial RR (18).

Kepala ULP Pemkab Aceh Jaya Tersandung Kasus Penipuan, Bupati Tunjuk Kabag Pembangunan Sebagai Plt

Peringati 74 Tahun Hari Bhayangkara, Polda Aceh Kumpulkan Darah 84 Kantong

Lagi, Pemerintah Aceh Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga di Aceh Besar  

"Kita harapkan masyarakat Aceh Selatan tidak panik dan tetap lakukan anjuran protokol kesehatan selalu cuci tangan sesudah melakukan aktifitas, juga waktu berpergian keluar rumah selalu memakai masker dan jagan lupa juga jaga kebersihan lingkungan," ungkpanya.

Lebih lanjut,Tgk Amran menceritakan RR (18) berangkat ke Medan pada Kamis malam 11 Juni 2020 lalu, dikarenakan orang tuanya dikabarkan meninggal dunia di RS Murni Teguh Medan. Kemudian, dari RS Murni Teguh, ia mendampingi pemulangan jenazah orang tuanya ke rumah kakeknya di daerah Marelan.

Setelah beberapa hari di Medan, kemudian pada tanggal 19 Juni 2020  RR (18) kembali pulang ke Tapaktuan dengan mobil rental dan terjaring di perbatasan pos kesehatan Aceh Selatan-Subulusalam. Berdasarkan pengakuannya selama berada di Medan ia hanya berada di dua tempat dan tidak berpergian kemana-mana.

"Sementara kodisi RR saat ini di Rumah Sakit Yuliddin Away Tapaktuan tidak ada keluhan apa-apa dikarenakan daya tahan tubunya yang kuat dan sekarang sudah dirawat dan ruang isoslasi untuk mendapatkan perawatan dari tim kesehatan," pungkasnya.

Acara konferensi Pers tersebut turut dihadiri, Dandim 0107 Aceh Selatan Letkol Inf R Sulistya Herlambang HB SIP, Kapolres Aceh Selatan yang diwakili Kabag Ops Polres Aceh Selatan AKP Damri, Sekda H Nasjuddin SH MM, Asisten I Setdakab Erwiandi SSos MSi, Asisten III Ir Said Azhar, Kalak BPBD Cut Syazalisma SSTP, Plt Kadiskes Novi Rosmita SE MKes, Kepala Bappeda Masrizal SE MSi dan Kabag Humas Drs Ramli Tanjung.(*)

Pansus DPRK Aceh Tengah untuk Damaikan Bupati dengan Wakil Bupati Dianggap Buang-buang Uang    

BREAKING NEWS - Ternyata Benar, 7 Warga Lhoksukon Positif Corona, Berkaitan Pasutri di Lhokseumawe

Mahasiswa Unsyiah Mengikuti KKN Tematik Covid-19 di Labuhanhaji

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved