Jumat, 24 April 2026

New Normal

Sejumlah Dinas di Aceh Tengah Persiapkan Skenario Penerapan New Normal

Meski Aceh Tengah merupakan daerah hijau dalam penyebaran Covid-19, tetapi pemerintah setempat tetap menyiapkan langkah-langkah memasuki new normal.

Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kegiatan konferensi pers yang berlangsung di sekretariat Gugus Tugas Covid-19, Aceh Tengah membahas tentang skenario menjelang tatanan baru di sektor pariwisata, olahraga, pendidikan dan sosial keagamaan, Sabtu (20/6/2020). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sejumlah dinas dan instansi di Kabupaten Aceh Tengah, mulai mempersiapkan skenario menghadapi new normal atau tatanan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Meski Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah hijau dalam penyebaran Covid-19, tetapi pemerintah setempat tetap menyiapkan langkah-langkah menuju new normal.

Hal itu, mengemuka dalam temu pers yang berlangsung di sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (20/6/2020) siang. Dalam temu pers itu, memaparkan persiapan new normal dari sektor pendidikan, pariwisata, dan aspek sosial keagamaan.

Temu pers dipandu, Jubir Gugus Tugas, dr Yunasri serta narasumber Kakankemenag, Amrun Saleh, Kadisdik, Uswatuddin, Kadisparpora, Jumadil Enka, Wakil Ketua Majelis Adat Gayo (MAG) Dr Joni. “Kalau dari sektor pariwisata, kita sudah menyampaikan kepada pengelola objek wisata untuk bersiap-siap membuka objek wisatanya,” kata Kadisparpora, Jumadil Enka.

Menurut Jumadil Enka, penyampaian informasi kepada para pengelola objek wisata tersebut, bertujuan untuk memberikan pemahaman awal sehingga ketika objek wisata dibuka, para pengelola sudah paham apa yang menjadi ketentuan di masa new normal ini. 

“Bila nanti objek wisata dibuka, tetap menerapkan standar kesehatan di masa pandemi. Sebagai contoh, pengunjung wajib pakai masker, di lokasi objek wisata harus ada wastafel, jaga jarak, termasuk pengelola objek wisata, harus memiliki alat pengukur suhu tubuh dan memeriksa setiap pengunjung masuk,” paparnya.

Dia menyebutkan, penerapan tatanan baru, bukan hanya di sektor pariwisata, tetapi juga pada industri olahraga diantaranya penyedia lapangan futsal.

“Ini juga kita ingatkan, bila nanti penerapan new normal berjalan, pemilik maupun pengelola lapangan futsal harus tetap memperhatikan standar kesehatan bagi para pengunjung,” ungkapnya.

Sedangkan dari aspek pendidikan, Kadisdik Aceh Tengah, Uswatuddin, menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan kapan dimulai proses belajar mengajar.

“Apakah nanti di 13 Juli, atau Januari 2021, kami juga belum berani memastikan.Tapi kita tunggu saja, perkembangan ke depan,” kata Uswatuddin.

Pangdam IM Pimpin Sertijab 43 Pejabat Kodam Iskandar Muda

Seniman Berkarya: Fathya, Juara Puisi Versi Netizen, dan Motivasi Ama- Ine

Residivis Ditangkap di Tambak Udang, Sabu-sabu Disimpan di Bagasi Sepmor Keuchik yang Dipinjam

Pun begitu, lanjut Uswatuddin, pihaknya sudah menyiapkan sederet skenario, bila proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan secara tatap muka.

“Ada sekitar 15 skenario yang sudah kami siapkan, diantaranya para guru serta karyawan sekolah, sebelum proses mengajar berlangsung harus melewati screening tes serta tes Covid-19,” lanjut Uswatuddin. 

Dia menambahkan, skenario penerapan new normal di sektor pendidikan, akan disosialisasikan menjelang berlangsungnya proses belajar mengajas secara tatap muka.

“Untuk menghindari kerumunan di kelas, sehingga jumlah siswa dalam setiap kelas akan dibagi dua, atau belajarnya dilakukan dalam dua ship,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved