Breaking News:

Cuaca Ekstrem

Panglima Laot di Aceh Barat Minta Nelayan Waspadai Cuaca Ekstrem

Nelayan disarankan membawa GPS dan Radio komunikasi, agar jika terjadi sesuatu dapat segera diberitahukan guna mendapatkan bantuan dari daratan.

SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Amiruddin, Panglima Laot Aceh Barat. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat ingatkan para nelayannya di daerah itu guna mewaspadai cuaca ektrem yang seaktu-waktu adanya gelombang besar dan angin kencang di musim barat.

Segala kemungkinan di laut perlu diwaspadai, maka butuh kesiapan diri dan peralatan lainnya yang dibutuhkan di laut lepas, sehingga tidak menimbulkan masalah terumata menjaga keselamatan diri.

“Ketika melaut harus selalu membawa peralatan dan alat pelindung diri, jika sewaktu-waktu dihadapkan pada kondisi alam di laut lepas,” kata Amiruddin, Panglima Laot Aceh Barat kepada Serambi, Minggu (21/6/2020).

Ia mengimbau seluruh nelayan mewaspadai cuaca ekstrem yang dikhawatirkan bisa meningkatkan resiko keselamatan di laut lepas, sehingga para nelayan harus mengutamakan keselamatan diri, sehingga baik peralatan dan obat-obatan harus di bawa serta setiap melaut seperti biasanya.

Selain itu tetap menggunakan GPS dan Radio komunikasi, agar jika terjadi sesuatu dapat segera diberitaukan guna mendapatkan bantuan dari daratan.

"Seiring dengan musim barat dan adanya indikasi cuaca ekstrem,  maka para nelayan kita ingatkan untuk selalu waspada dengan kesiapannya saat melaut, mulai dari alat pelindung diri, radio komunikasi serta peralatan lainnya yang menjadi kebutuhan,” harap Amiruddin.

Cabuli Anak Tetangga, Kakek Cabul Terancam Hukum Penjara 15 Tahun

Ada Warga Pindah Agama Karena Terjerat Utang, Anggota DPRK Aceh Tamiang Minta Rentenir Diberantas

Keluarga Pasien Corona di RSUCM Lhokseumawe Dikirimi Surat & Bingkisan, Ibu DL Kami Menyayangimu

Disebutkan, di musim angin barat biasanya sering terjadi gelombang tinggi secara tiba-tiba, dan angin kencang, sehingga sangat berbahaya bagi kapal nelayan.

Kondisi seperti ini biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

Oleh karena itu, dia mengimbau nelayan untuk selalu berhati-hari dan tetap bisa membaca keadaan guna menghindari hal-hal buruk di laut.(*)

Dua Wanita Tionghoa Korban Terbalik Boat Merupakan Adik Kakak

WNA Malaysia yang Ditangkap di Lokasi Penambangan Emas Ilegal di Aceh Selatan Ditahan di Belawan

Mengenal Kim Yo Jong, Suksesor Kim Jong Un yang Dikenal Dingin dan Galak

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved