Haifa Azzura, Bakat Bermusik dari Sang Ayah
Bagi Haifa Azzura, bermusik adalah rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dirinya. Memiliki bakat bernyanyi sejak kecil, kini Haifa sudah menghasilkan
Bagi Haifa Azzura, bermusik adalah rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dirinya. Memiliki bakat bernyanyi sejak kecil, kini Haifa sudah menghasilkan karya sendiri. Ia telah terbiasa membawakan beberapa single ciptaannya di banyak panggung.
Tak hanya lihai dalam tarik suara, gadis berwajah baby face ini juga lihai dalam memainkan alat musik gitar dan piano.
Bakat bermusik Haifa ini turun dari sang ayah, Junaidi yang juga hobi bernyanyi dan memainkan alat musik. Mengetahui sang anak memiliki bakat, sejak kelas 4 SD, Haifa sudah dimasukkan ke Sekolah Musik Moritza di Banda Aceh. Oleh sang guru, Moritza Thaher bakat gadis kelahiran Bireuen 14 Juli 2000 ini terus digembleng.
Dalam bincang-bincang dengan Serambi pekan lalu, Haifa menyampaikan, dengan modal bakat bernyanyi yang turun dari ayah, ia masuk Sekolah Musik Moritza pada 2009, tepatnya saat berusia 9 tahun. Beruntung, dengan guru yang merupakan maestro musik, kemampuannya terus diasah.
"Kebetulan ayah suka musik, jadi dari kecil uda dibiasain dengan musik, seperti dengerin lagu di mobil. Dulunya juga suka dengarin lagunya Rafli. Mungkin karena ayah melihat anak ini seperti ada bakat, akhir kelas 4 SD saya mulai sekolah musik, memang minta sama ayah supaya les musik," ujar Haifa.
Awalnya, Haifa mulai tampil ke publik dengan nampil ke beberapa panggung pementasan hingga mencover lagu untuk youtube. Salah satu hasil covernya yang sangat populer adalah lagu Seulanga yang mengundang ratusan ribu penonton, bahkan mendapat apresiasi dari banyak warganet karena kemerduan suaranya.
Tahun 2017 menjadi babak baru bagi anak pasangan Junaidi - Cut Ratna ini, di usianya yang masih duduk di bangku SMA, ia mengeluarkan single perdananya yang berjudul "tak pernah terganti'.
Berselang dua tahun, tepatnya 2019, ia kembali mengeluarkan single kedua dengan judul "kau harus percaya". Lagu-lagu ini tercipta karena terinspirasi dengan temannya yang pernah terpuruk dengan suatu masalah, hingga mengilhami dia dalam merangkai single tersebut.
Bersama sang guru, Moritza atau yang akrap disapa Momo, ia menggarap lagu itu menjadi easy listening dan mudah diterima publik. "Dua single dikerjain bareng di Sekolah Musik Moritza, jadi kan Haifa uda les musik dari kelas empat SD, maka berpikir ini uda harus bikin sesuatu karya, jangan cuma belajar terus," ujar Haifa.
Tahun 2018 lalu, Haifa pun harus hijrah ke Bandung. Setamat SMA Labschool Banda Aceh, ia melanjutkan studi di Jurusan Komunikasi Marketing, Telkom University.
Tak lagi menempa ilmu di sekolah musik, tak membuat kecintaannya pada musik luntur. Di Bandung ia tetap rutin bermusik. Bahkan ketika kemampuannya itu diketahui oleh rekan dan pihak kampus, ia dilibatkan dalam banyak kegiatan.
Bahkan, ia didapuk menjadi host di program TV dan radio jurusan. Selain itu ia banyak terlibat dalam sejumlah program kampus yang berkaitan dengan musik.
Haifa mengungkapkan, saat ini ia sedang disibukkan dengan project pembuatan jinggle untuk tugas kuliah. Sebagai mahasiswa komunikasi marketing, mereka punya program memperkenalkan kampung adat, Haifa dibebankan tugas untuk membuat jinggle.
Di Bandung, Haifa ternyata bertemu dengan partner baru dalam bermusik. Katanya, dengan rekan baru tersebut, saat ini mereka edang menggarap single terbaru. Ia berharap garapan bersama teman di Bandung ini akan menjadi single ketiganya.
Bagi yang merindukan nyanyian Haifa, maka dapat mengunjungi akun Youtube Sekolah Musik Moritza. Di media sosial Instagram, Haifa sering menunjukkan kemampuan bernyanyi sambil memainkan alat musik.(Muhammad Nasir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haifa-azzura-bermusik-adalah-rutinitas-ya.jpg)