Kajian Islam
Bolehkah Mengganti Nama Anak dan Perlukah Syukuran, Ini Penjelasan Buya Yahya
Ditakutkan anak akan malu memiliki nama tersebut, atau bahkan ia akan memberontak ketika besar ketika namanya sangat tidak pantas.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Yang pertama secara makna adalah baik.
Kedua jika nama itu pernah dipakai oleh seseorang maka orangnya harus baik artinya jika Anda memberi nama dengan nama baik tersambung dengan orang yang memang baik.
• Muntah Karena Rukyah Apakah Membatalkan Puasa ? Ini Penjelasan Buya Yahya
• Sahkah Shalat Tarawih sebelum Melaksanakan Shalat Isya? Ini Penjelasan Buya Yahya
Contoh Anda memberi nama Salman, beri nama anak namanya Salman atau Anda memberi nama yang lainnya nama Muhammad, kemudian kita tahu maknanya baik lalu kita sambungkan dengan orang mulia, Salman Al-Farisi.
Tapi jika Anda memberi Salman ternyata ingatnya selain Salman Al-Farisi ya gak benar.
Jadi yang pertama secara makna adalah benar, yang kedua adalah harus tersambung dengan orang benar yang pernah nama serupa.
Seperti itu, maka boleh. Adapun masalah syukuran, tidak harus syukuran, syukuran adalah sunnah, mensyukuri nikmat kan sunnah, tapi tidak harus, ganti nama saja beres.
Gak usah pakai syukuran. Cuma syukur itukan dianjurkan untuk bersedekah, agar berkah, dijauhkan dari malapetaka dan bencana dengan bersedekah, itu dianjurkan juga.
Demikian penjelasan Buya Yahya, maka boleh mengganti nama anak, jika memang nama yang sudah diberikan mengandung kemudaratan. (Serambinews.com/Syamsul Azman)
• Bolehkah Membayar Zakat Fitrah untuk Anak di Rantau? Simak Penjelasan Buya Yahya
• Membuka Aurat atau Melihat Aurat Orang Lain Saat Berpuasa, Batalkah Puasanya? Ini Kata Buya Yahya
• Kenapa Allah Rahasiakan Lailatul Qadar? Bagaimana Cara Mendapatkannya? Ini Penjelasan Buya Yahya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buyayyahhyya.jpg)