Rabu, 15 April 2026

Produksi Vaksin Covid-19, Indonesia Kerja Sama dengan Perusahaan Cina dan Korsel

Ali Ghufron Mukti memperkirakan, apabila vaksin virus corona sudah tersedia, harganya akan berkisar Rp 75.000 per orang.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Info Corona 

SERAMBINEWS.COM - Untuk bisa hidup normal kembali, setiap negara saat ini sedang berusaha untuk dapat segera menemukan vaksin Covid-19.

Bagaimana tidak, virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina ini sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia, dan membuat perekonomian semua negara anjlok.

Memang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat mengembangkan vaksin ini.

Ketua Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi, Ali Ghufron Mukti memperkirakan apabila vaksin virus corona sudah tersedia, harganya akan berkisar Rp 75.000 per orang.

Kabar Baik, Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Hasil Uji Calon Vaksin Corona Menjanjikan, China National Biotec Akan Tes Fase 3 di Uni Emirat Arab

Ratusan Juta Vaksin Corona Ditargetkan Siap Tahun Ini, Siapa Saja Jadi Prioritas?

“Jika harga vaksinnya sekitar USD 5 atau Rp 75.000, maka kita butuh setidaknya Rp 26,4 triliun,” ujarnya dalam telekonferensi pers, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Pihaknya menjelaskan, perkiraan biaya tersebut dihitung berdasarkan rumus atau formula viro yang akan menghitung berapa orang yang perlu divaksin.

Dengan formula tersebut, dibuat perhitungan bahwa satu orang dapat menularkan virus sampai ke tiga orang.

Lalu, dilakukan perhitungan dengan mengkalikan dengan 2/3 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang. Sehingga didapatkan 176 juta unit vaksin.

“Jika setiap orangnya membutuhkan dua kali vaksin, maka diperlukan 352 juta unit vaksin untuk masyarakat,” imbuhnya.

Empat Negara Eropa Sepakat Beli 300 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Filipina Tidak Izinkan Anak ke Sekolah Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan

Haji 2021 Hanya Setengah Kuota, Jika Vaksin Corona Belum Ditemukan

Setidaknya, kata Ali, dibutuhkan waktu selama kurang lebih satu tahun untuk bisa memvaksin semua warga yang membutuhkan.

Hingga saat ini, Indonesia sedang bekerja sama dengan dua negara dalam usaha pencarian vaksin Covid-19 ini.

Ali menjelaskan, vaksin yang dikembangkan BUMN farmasi PT Bio Farma Tbk dan perusahaan bioteknologi asal China Sinovac Biotech, Ltd telah melewati fase uji klinis pertama dan akan memasuki fase kedua pada akhir Juni.

Sementara itu, vaksin yang dikembangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc, sedang dalam proses uji klinis fase pertama di Korea Selatan sejak Juni lalu.

Uji klinis fase kedua rencananya akan digelar di Indonesia pada Agustus mendatang. Vaksin yang sedang dikembangkan konsorsium nasional ditargetkan akan memasuki fase uji coba pra-klinik (preclinical trial) pada akhir 2020 nanti.

Vaksin yang dikembangkannya itu menggunakan platform vaksin protein rekombinan hasil proses cloning.

Bisa Obati Virus Corona, Amerika Serikat Borong Hampir Semua Persediaan Obat Covid-19 Remdesivir

Kisah Ibu Muda Meninggal Terinfeksi Covid-19 Beberapa Saat Setelah Melahirkan Bayi Kembar

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved