Berita Luar Negeri
Alasan Demi Kehormatan, Seorang Wanita Dimutilasi Suami dan Abang Iparnya
Tim forensik dari kepolisian setempat berhasil mengidentifikasi mayat atas nama Waziran yang bermukim di desa Wadda Chachar.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Berdasarkan laporan forensik, Rayhaneh masih hidup dua jam sebelum polisi tiba di lokasi.
Rokna juga melaporkan bahwa ia juga mencoba membunuh putrinya pada 2017, tetapi "diselamatkan" oleh saudara perempuannya.
Sejak Selasa lalu, warga Iran meluapkan kemarahannya di media sosial.
"Rayhaneh Ameri, Romina yang lain; seorang gadis muda yang dibunuh oleh kapak ayahnya, hanya karena pulang terlambat.
• Zuraida 5 Kali Hubungan Intim dengan Jefri Sebelum Bunuh Suami, Kini Divonis Mati: Anak Bereaksi Ini
• Janda 21 Tahun Bunuh Diri setelah Diperkosa 7 Pria, Korban Tinggalkan Satu Anak Umur 6 Tahun
Kami akan kembali ke Zaman Batu dan Es, ketika mereka hanya berburu dan membunuh binatang untuk bertahan hidup. Mereka tidak membunuh spesies mereka sendiri, " ujar seorang pengguna media sosial.
Namun sehari kemudian, Wakil Kepala Polisi di Provinsi Kerman, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Kolonel Kourosh Ahmad Yousefi pada kantor berita resmi, IRNA, membantah Rayhaneh dibunuh memakai kapak.
Menurutnya, kematian Rayhaneh tidak disengaja, saat ayahnya marah dan cekcok dengan putrinya, ayahnya melemparkan sebatang besi yang mengenai kepala gadis 22 tahun itu dan meninggal.
Dua hari sebelumnya, Fatemeh Barihi, 19, dipenggal suaminya pada 13 Juni di kota Abadan, Iran barat daya.
Fatemeh terpaksa menikah dengan sepupunya yang kejam pada usia 17 tahun.
Media pemerintah membenarkan pembunuhan keji ini.
• Ibu Meninggal Dibunuh Anak Kandung, Tetangga Kena Sabetan Senjata Tajam saat Menolong
• Hanya Karena Ingin Membuktikan Cinta ke Kekasih, Pemuda di Rusia Tega Bunuh Mantan Pacar
Pembunuhan ini dari Fatemeh yang melarikan diri dari suaminya dan mengkhianatinya sehari setelah pernikahan mereka.
Pembunuh, Habib, 23, yang adalah sepupu Fatemeh, membawa senjata pembunuh, yang merupakan pisau berdarah, ke kantor polisi.
Di keluarga ini, tradisi honour killing sudah dialami bibi Fatemeh, yang dibunuh saudara laki-lakinya dan suaminya setelah mengajukan perceraian beberapa tahun yang lalu karena kecanduan suaminya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/waziran-korban-pembunuhan-demi-kehormatan.jpg)