Selasa, 19 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Alasan Demi Kehormatan, Seorang Wanita Dimutilasi Suami dan Abang Iparnya

Tim forensik dari kepolisian setempat berhasil mengidentifikasi mayat atas nama Waziran yang bermukim di desa Wadda Chachar.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
TWITTER/@AyazLatifPalijo
Waziran, wanita berusia 24 tahun menjadi korban mutilasi oleh suami dan abang iparnya sendiri pada 27 Juni 2020 yang alasannya demi menjaga kehormatan. 

Tim forensik dari kepolisian setempat berhasil mengidentifikasi mayat atas nama Waziran yang bermukim di desa Wadda Chachar.

SERAMBINEWS.COM – National Highway dan Motorway Police menemukan mayat seorang wanita yang telah dimutilasi dengan sadis pada 27 Juni 2020, 

Polisi menemukan mayat wanita itu di dekat jalan bebas hambatan Indus, Pakistan.

Tim forensik dari kepolisian setempat berhasil mengidentifikasi mayat atas nama Waziran yang bermukim di desa Wadda Chachar.

Melansir dari Daily Mail, Selasa (7/7/2020), diyakini korban, Waziran, telah dilempari batu dan berulang kali dipukul pakai balok kayu di Distrik Jamshoro.

Polisi menungkapkan kematiannya sebagai pembunuhan demi kehormatan.

Kantor polisi Sindh mengatakan bahwa ayah wanita itu, Gurl Muhammed awalnya bersaksi bahwa kematiannya adalah kecelakaan.

Seorang Pria Tega Cabuli Anak Yatim Piatu Usia 5 Tahun, Video Pengakuan Korban Sempat Viral

Miris! Bocah 14 Tahun Jadi Korban Pencabulan Saat Menjalani Pemulihan di Rumah Aman Pemerintah

Bocah 11 Tahun Tewas Tertembak di Kepala, Kakek Korban Sangat Sedih: Dia Anak yang Baik

Kamudian, ia menarik kembali pernyataannya dan menuduh putrinya itu telah dibunuh oleh suaminya, Allah Baksh dan abang iparnya, Kareem.

Laporan media Pakistan Today, kepolisan Sindh pada hari Minggu (5/7/2020) berhasil menangkap dua tersangka yang tak lain adalah suaminya dan abang iparnya sendiri.

Kedua pria itu kini telah ditahan oleh pihak kepolisian.

Dalam sebuah pernyataan, Allah Baksh menuduh bahwa keluarga Waziran yang bertanggung jawab atas mutilasi itu karena mereka tidak menyetujui keputusan Waziran untuk menikah dengannya.

Tampak dalam sebuah rekaman yang dibagikan oleh akun Twitter Ayaz Latif Palijo, ayah korban menangis di sisi kuburan Wazirna.

https://twitter.com/AyazLatifPalijo/status/1279457609003778054?s=20

Dalam video itu, tampaknya ia meminta keadilan atas perlakukan yang kerji terhadap putrinya itu.

Sadis! Hanya Gara-gara Cemburu, Suami Nekat Bacok Istri di Hadapan Anak, Tangan Korban Putus

Mesir Tangkap Predator Seksual, 100 Lebih Mahasiswi Jadi Korban

Pemerkosa dan Pembunuh Ini 28 Tahun Menunggu Hukuman Mati, Kini Tewas Terkena Covid-19

Tim investigasi gabungan masih terus menyelidiki insiden ini.

Kasus Serupa

Tak hanya di Pakistan, kasus honour kiling atau 'pembunuhan demi kehormatan'  juga terjadi di Iran.

Seorang wanita atas nama, Rayhaneh Ameri yang berusia 22 tahun dibunuh ayah kandungnya Rayhan, Senin (15/6/2020) malam, hanya gara-gara pulang jam 11:30 malam.

Gara-gara Pulang Jam 11.30 Malam Gadis 22 Tahun Tewas Dikapak Sang Ayah. Reyhaneh Ameri gadis berusia 22 tahun.
Gara-gara Pulang Jam 11.30 Malam Gadis 22 Tahun Tewas Dikapak Sang Ayah. Reyhaneh Ameri gadis berusia 22 tahun. (Twitter)

Laporan awal, ayah Rayhaneh "dengan bangga" mengaku membunuh putrinya dengan kapak.

Namun kepolisian Iran membantah informasi ini menyatakan Rayhan sengaja membunuh putrinya karena demi kehormatan.

Pembunuhan Rayhaneh terjadi dua hari setelah pembunuhan Fatemeh Barihi, 19, dipenggal suaminya, 13 Juni 2020 di Kota Abadan, Iran.

Pakistan Blokir Game PUBG, Akibat Picu Serangkaian Aksi Bunuh Diri

Petani Nekat Bunuh Diri, Gegara Handphone yang Dibelikannya untuk Sang Putri Tak Sesuai Keinginan

Sebelumnya, publik Iran juga dikejutkan dengan pembunuhan Romina Ashrafi yang berusia 14 tahun oleh ayah kandungnya, pekan terakhir Mei 2020.

Dalam laporan terperinci pada Selasa 16 Juni, kantor berita lokal Rokna mengatakan,

"Pada Senin pagi, ketika kakak perempuan Rayhaneh mengunjungi rumah orangtuanya, dia menemukan rumah itu berantakan, dan tidak ada orang di rumah."

Setelah ibu Reyhaneh kembali, keduanya pergi ke kamar Rayhaneh dan menemukan pakaian yang berlumuran darah.

Kemudian, polisi menemukan jejak darah yang mengarah ke mobil ayah Rayhaneh.

Berdasarkan pelacakan ponsel, ayah Rayhaneh diketahui telah pergi ke desa terdekat.

Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang Kelompok Bersenjata, Enam Orang Terbunuh

Ini Benar-benar Suami Biadab, Bunuh Istri di Depan Anak-anak, Hanya Gara-gara Masalah Sepele

Setelah ditemui polisi, dia mengaku membunuh putrinya dengan kapak lalu pergi ke desa lain.

Menurut laporan Rokna, ayah Rayhaneh mengaku membunuh putrinya pada jam sebelas malam.

Berdasarkan laporan forensik, Rayhaneh masih hidup dua jam sebelum polisi tiba di lokasi.

Rokna juga melaporkan bahwa ia juga mencoba membunuh putrinya pada 2017, tetapi "diselamatkan" oleh saudara perempuannya.

Sejak Selasa lalu, warga Iran meluapkan kemarahannya di media sosial.

"Rayhaneh Ameri, Romina yang lain; seorang gadis muda yang dibunuh oleh kapak ayahnya, hanya karena pulang terlambat.

Zuraida 5 Kali Hubungan Intim dengan Jefri Sebelum Bunuh Suami, Kini Divonis Mati: Anak Bereaksi Ini

Janda 21 Tahun Bunuh Diri setelah Diperkosa 7 Pria, Korban Tinggalkan Satu Anak Umur 6 Tahun

Kami akan kembali ke Zaman Batu dan Es, ketika mereka hanya berburu dan membunuh binatang untuk bertahan hidup. Mereka tidak membunuh spesies mereka sendiri, " ujar seorang pengguna media sosial.

Namun sehari kemudian, Wakil Kepala Polisi di Provinsi Kerman, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Kolonel Kourosh Ahmad Yousefi pada kantor berita resmi, IRNA, membantah Rayhaneh dibunuh memakai kapak.

Menurutnya, kematian Rayhaneh tidak disengaja, saat ayahnya marah dan cekcok dengan putrinya, ayahnya  melemparkan sebatang besi yang mengenai kepala gadis 22 tahun itu dan meninggal.

Dua hari sebelumnya, Fatemeh Barihi, 19, dipenggal suaminya pada 13 Juni di kota Abadan, Iran barat daya.

Fatemeh terpaksa menikah dengan sepupunya yang kejam pada usia 17 tahun.

Media pemerintah membenarkan pembunuhan keji ini.

Ibu Meninggal Dibunuh Anak Kandung, Tetangga Kena Sabetan Senjata Tajam saat Menolong

Hanya Karena Ingin Membuktikan Cinta ke Kekasih, Pemuda di Rusia Tega Bunuh Mantan Pacar

Pembunuhan ini dari Fatemeh yang melarikan diri dari suaminya dan mengkhianatinya sehari setelah pernikahan mereka.

Pembunuh, Habib, 23, yang adalah sepupu Fatemeh, membawa senjata pembunuh, yang merupakan pisau berdarah, ke kantor polisi.

Di keluarga ini, tradisi honour killing sudah dialami bibi Fatemeh, yang dibunuh saudara laki-lakinya dan suaminya setelah mengajukan perceraian beberapa tahun yang lalu karena kecanduan suaminya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved