Luar Negeri
Korut Tegaskan Tidak Berminat Melakukan Pembicaraan dengan AS, Minta Korsel Tidak Ikut Campur
Negosiasi AS-Korea Utara gagal pada Februari 2019 ketika Trump dan Kim Jong Un gagal mencapai kesepakatan selama pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Ia juga mengecam upaya Korea Selatan untuk menengahi antara Washington dan Pyongyang.
“Ironisnya adalah bahwa Korea Selatan, yang gagal mengelola bisnisnya sendiri, keluar untuk menawarkan 'bantuan' yang diduga untuk menyelesaikan hubungan Korut-AS., "kata pernyataan itu.
"Ini adalah waktu bagi (Korea Selatan) untuk berhenti mencampuri urusan orang lain, tetapi tampaknya tidak ada obat atau resep untuk kebiasaan buruknya," pernyataan itu menambahkan.
Situasi memanas Korut-Korsel
Korea Utara bulan lalu meningkatkan ketegangan terhadap Korea Selatan, menghancurkan kantor penghubung bersama dan memutus jalur komunikasi resmi.
Langkah-langkah itu dilihat sebagian sebagai upaya untuk membuat Seoul menekan Washington dalam pembicaraan nuklir.
• Pesawat Kim Jong Un Terdeteksi di Radar, Korea Selatan Antisipasi Kemungkinan Terburuk
• Militer Korea Utara Siap Beraksi Melawan Korea Selatan, Kirim Tentara ke Perbatasan
Namun, motif Korut menjadi kacau setelah Kim Jong Un pekan lalu dengan tiba-tiba menunda agresi militer tanpa alasan yang jelas.
Korea Selatan sangat optimis ingin meningkatkan hubungan dengan Korea Utara.
Pekan lalu, Moon Jae In mengganti tim keamanan nasionalnya, mengangkat pejabat yang memiliki pengalaman menjangkau Korea Utara.
Moon diperkirakan akan memprioritaskan revitalisasi hubungan antar-Korea selama dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
Dia kemungkinan berharap untuk mengulangi pertemuan serupa tahun 2018, ketika pertemuannya dengan Kim Jong Un membantu membuka jalan bagi Trump-Kim.
• Kim Yo Jong Ancam Korea Selatan, Adik Kim Jong Un ini Beri Instruksi ke Departemen Militer
• Tidak Ada Manfaat, Korea Utara Sebut Akan Mengakhiri Hubungan Kim Jong Un dan Donald Trump
Korea Utara marah pada penolakan AS untuk melonggarkan sanksi dan memberikan jaminan keamanan sebagai bagian dari proses denuklirisasi.
AS menginginkan Pyongyang untuk pertama kali yang setuju untuk menyerahkan seluruh program senjata nuklirnya.
Korea Utara juga kesal dengan Korea Selatan karena gagal mengimplementasikan serangkaian perjanjian 2018 terkait kerja sama ekonomi dan mengurangi ketegangan militer. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trump-dan-kim-jong-un_20180612_155719.jpg)