Update Corona di Subulussalam
Wali Kota Subulussalam Janji Evaluasi Biaya Rapid Test di RSUD, Bahkan Jika Perlu Digratiskan
“Nanti coba saya hubungi dulu pihak RSUD dan Dinkes apakah dipakai rapid test bantuan atau dibeli lagi dari anggaran daerah,"ujar Walkot Affan Bintang
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
“Nanti coba saya hubungi dulu pihak RSUD dan Dinkes apakah dipakai rapid test bantuan atau dibeli lagi dari anggaran daerah,"ujar Walkot Affan Bintang
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE, berjanji akan mengevaluasi soal tarif rapid test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Subulussalam Affan Bintang kepada Serambinews.com Senin (6/7/2020) menanggapi sejumlah keluhan warga terkait mahalnya biaya rapid test di daerah tersebut.
Walkot Affan Bintang sendiri mengakui ada menerima keluhan sejumlah mahasiswa yang mau kuliah soal rapid test.
Setelah itu dia mendisposisi membantu keringanan biaya rapid test terkait ke RSUD Subulussalam.
“Ada 20-an mahasiswa yang kita bantu keringanan dan mereka sangat berterimakasih, jadi nanti masalah ini akan kami bicarakan kembali bagaimana solusinya,” kata Walkot Affan Bintang
Affan Bintang berjanji akan memanggil pihak RSUD Subulussalam maupun Dinas Kesehatan setempat.
Pasalnya ada bantuan alat rapid test untuk daerah ini yang bisa saja digunakan untuk membantu masyarakat di sana.
Jika memang bisa, kata Walkot Affan Bintang akan diambil opsi menggratiskan biaya rapid test bagi masyarakat Subulussalam terutama anak sekolah, masuk pesantren, dan kuliah ke luar daerah.
• Biaya Rapid Test di Subulussalam Capai Rp 450 Ribu, Anggota DPRK Minta Agar untuk Warga Digratiskan
• Terkait Mahalnya Biaya Rapid Test, Ini Penjelasan Direktur RSUD Subulussalam
“Nanti coba saya hubungi dulu pihak RSUD dan Dinkes apakah dipakai rapid test bantuan atau dibeli lagi dari anggaran daerah,’ ujar Walkot Affan Bintang
Walkot Affan Bintang mengaku ada pasokan stok rapid test untuk Dinas Kesehatan sekitar 200-an alat. Intinya, kata Walkot Affan Bintang soal rapid test akan kembali dikoordinasikan.
Sebelumnya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem menanggapi keluhan warga soal mahalnya biaya surat keterangan bebas covid-19 atau rapid test.
“Kalau untuk pribadi memang kami kenakan biaya, tapi kalau pasien itu tidak bayar,” kata dr Dewi Sartika Pinem Direktur RSUD Kota Subulussalam, menjawab Serambinews.com, Senin (6/7/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wali-kota-subulussalam-h-affan-alfian-bintang-se-bicara-soal-ikan-mati.jpg)