Breaking News:

Sengketa Batas

Perangkat Desa Batoh Protes Pemko Banda Aceh Terkait Penetapan Tapal Batas dengan Desa Ateuk Jawo

Protes ini disampaikan karena sebelumnya Pemko Banda Aceh melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setdako Banda Aceh, Drs Fahmi MSi suda

DOK SERAMBINEWS.COM
Suasana di Terminal Batoh, Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perangkat Desa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh memprotes Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh terkait penetapan tapal batas dengan Desa Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman.

Sekretaris Tim Penegasan Tapal Batas Gampong Batoh, H Muhammad AH kepada Serambinews.com, Jumat (10/7/2020) menyampaikan bahwa tapal batas gampong tersebut dipisah oleh sungai, bukan Jalan Fajar Harapan.

Protes ini disampaikan karena sebelumnya Pemko Banda Aceh melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setdako Banda Aceh, Drs Fahmi MSi sudah memutuskan batas kedua desa tersebut.

Pemko menegaskan bahwa batasan Desa batoh dan Desa Ateuk Jawo dipisah oleh Jalan Fajar Harapan atau jalan depan SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, dimana sekolah unggul tersebut masuk ke Desa Ateuk Jawo.

Bukti ini juga dapat dilihat dari penulisan alamat sekolah tersebut pada plang nama SMA Negeri 10 Fajar Harapan.

Penetapan tapal batas itu dilakukan setelah adanya protes dari warga Ateuk Jawo yang memperjelas tapal batas desa mereka yang tidak sesuai lagi dengan batas awal.

“Kami menganggap ada hal yang sangat keliru dimana klaim tapal batas antara Gampong Batoh-Gampong Ateuk Jawo oleh sejumlah warga Gampong Ateuk Jawo adalah Jalan Fajar Harapan. Kami cukup bukti berdasarkan dasar hukum tertulis maupun sumber hukum lainnya yang berkaitan dengan titik-titik koordinatnya dipisah dengan sungai, 600 meter ke arah selatan,” kata Muhammad AH.

Karenanya, lanjut dia, Tim Penegasan Tapal Batas Gampong Batoh, meminta kepada Pemko Banda Aceh jangan latah serta cepat sekali menyimpulkan tapal batas kedua gampong dikembali pada tapal batas awal.

“Justru kesimpulan tapal batas jika dikembalikan pada tapal batas awal, bukan dipisah jalan depan SMA Negeri 10, tetapi dipisahkan dengan sungai atau tanggul,” papar Muhammad AH yang juga Komisoner KIP Kota Banda Aceh ini.

Wakil Wali Kota Langsa Ajak Pelaku Olahraga Bangun Industri Olahraga

RAPI Aceh Tengah dan Benar Meriah Jalin Kerja Sama dengan RRI Takengon Terkait Penyebaran Informasi

127 Atlet dan Pelatih Cabang Olahraga di Langsa Ikut Lokakarya Psikologi dan Kesehatan

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved