Kamis, 21 Mei 2026

Berita Internasional

Cina Mengiba pada India Agar Mengakhiri Boikot Produk Mereka, Ini Rahasia Kekuatan India

Cina memulai inisiatif dengan menarik tentaranya sejauh 2 km dari beberapa titik perbatasan yang dipersengketakan dengan India.

Tayang:
AFP/Prakash SINGH
Anggota Pekerja Jurnalis India (WJI) menyemprotkan gambar Presiden China, Xi Jinping dalam demo anti produk China di New Delhi pada 30 Juni 2020. 

SERAMBINEWS.COM - Pada zaman globalisasi ini, hubungan antara satu negara dengan negara lainnya begitu erat.

Apalagi hubungan antara dua negara bertetangga, seperti India dan Cina. Ada saling ketergantungan keduanya, khususnya di sektor perdagangan.

Mereka pun sepakat meredakan ketegangan di perbatasan setelah bentrok berdarah yang menewaskan 20 tentara India 15 Juni 2020.

Industri Otomotif India Lesu, Perusahaan Naikkan Gaji dan Bonus untuk Jaga Karyawan Tetap Semangat

Australia Siap Lawan Cina, Plot Anggaran Militer Rp 2.700 T, Ini Senjata Canggih yang Akan Dimiliki

Fakta Soal TKA Asal Cina, Disnakermobduk Aceh Sebut 29 Orang Tidak Ada Izin Kerja Sejak Awal

Cina memulai inisiatif dengan menarik tentaranya sejauh 2 km dari beberapa titik perbatasan yang dipersengketakan dengan India.

Hal ini dilakukan setelah India melakukan serangkaian pembalasan terutama dengan memboikot produk China.

Pemerintah India telah melarang 59 aplikasi Cina, termasuk TikTok, dengan dalih kekhawatiran "kedaulatan dan keamanan".

Konfederasi Semua Pedagang India, yang mewakili 70 juta pedagang dan 40.000 asosiasi perdagangan, memimpin kampanye untuk memboikot produk Cina.

Sejauh ini, Cina belum mengumumkan tindakan pembalasan ekonomi, tetapi telah memperingatkan India untuk memikirkan kembali keputusannya dan mengatakan tindakannya bertentangan dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Meski begitu kedua negara masih mempertahankan penumpukan kekuatan militernya di sepanjang perbatasan.

Terbaru Duta Besar Cina untuk India, Sun Weidong, lewat akun media sosial, yang intinya mengharapkan India mengakhiri boikot produk Cina.

Kemenkumham Aceh Sebut TKA Asal Cina di PLTU 3-4 Nagan Raya Tak Langgar Izin, Ini Dasar Hukumnya

Jet Tempur India Siap Perang Dengan China, Terus Pantau Perbatasan Lembah Galwan

Orang Kaya India Beli Masker Emas, Tapi Tak Yakin Bisa Tangkal Virus Corona

Dilansir dari media pemerintah Cina, global times, Sun mengatakan Cina dan India memiliki sejarah 2.000 tahun dengan sebagian besar pertukaran persahabatan.

Sun mengatakan untuk Cina dan India, mencapai pembangunan dan revitalisasi adalah prioritas utama di mana mereka berbagi kepentingan strategis jangka panjang.

"Saya telah memperhatikan beberapa pendapat yang muncul dalam beberapa hari terakhir yang menolak esensi persahabatan Cina-India karena insiden terkait perbatasan, membuat asumsi yang salah tentang niat Cina, membesar-besarkan konflik dan memprovokasi konfrontasi, dan menganggap tetangga dekat selama ribuan tahun sebagai 'musuh' dan 'ancaman strategis.' Bukan fakta. Ini memang berbahaya dan tidak membantu, " kata Sun.

"Tiongkok berharap dirinya akan berkembang dengan baik dan berharap India sama. Kerjasama menguntungkan keduanya sementara konfrontasi tidak ada manfaatnya," kata Sun.

Pertanyaan perbatasan Cina dan India masih tersisa dari sejarah dan sensitif dan rumit, kata Sun, menyerukan kedua belah pihak untuk menemukan solusi yang adil dan masuk akal yang dapat diterima bersama melalui negosiasi damai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved