Breaking News:

Update Corona di Aceh

Pihak RSUZA Periksa Pasien Langsung di Teras IGD, untuk Apa?

RSUZA Banda Aceh memberlakukan ketentuan baru dalam pelayanan pasien yang akan berobat melalui instalasi gawat darurat (IGD)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS 

Azharuddin juga menjelaskan tujuan utama dari kebijakan baru itu.

Tujuan yang lebih penting lagi adalah jika hasil rapid test antibody reaktif, maka pasien akan dialihkan langsung ke IGD Penyakit Infeksi  penyakit infeksi new-emerging dan reemerging (Pinere) RSUZA lama.

"Pelayanan di sini merupakan one stop services: IGD Pinere, RICU, Pinere 1 dan 2 dengan total 42 tempat tidur," sebut Azhar.

Bupati Bener Meriah Apresiasi Khitanan Massal Bagi Anak Yatim dan Kurang Mampu di Bener Kelipah

Ia tambahkan bahawa pasien ditangani secara  terpisah.

"Rawatan tidak tercampur dengan pasien lain di ruang rawat existing RSUZA hibah Jerman yang saat ini menjadi RSUZA," kata Azhar.

Dosen senior Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ini mengingatkan, saat ini semua pihak perlu ekstrahati-hati  karena Covid-19 gejala awalnya sangat bervariasi.

Terkadang saat awal pasien ke IGD sepertinya baik-baik, tidak demam, tidak batuk pilek, dan lain-lain.

Tapi setelah beberapa hari rawatan baru muncul gejala yang mengarah ke Covid.

"Nah, kadang kita merasa kecolongan di sana, padahal tidak bisa disebut kecolongan, bisa saja karena masih dalam masa awal inkubasi perkembangan reaksi virus, yang baru lebih kelihatan setelah beberapa hari kemudian," ujar Azhar.

Pelaku yang Sodomi 2 Bocah di Peukan Bada, Punya Kebiasaan Aneh saat Berhubungan Intim dengan Istri

Malah, menurut  Azhar, "Tidak berlebihan jika kita sebut Covid-19 ini kelihatannya makhluk yang tidak kasatmata, tapi cerdik, sehingga mudah lolos.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved