Breaking News:

Luar Negeri

Setelah Dihantam Virus Corona, Wuhan Diterjang Banjir Besar, Puluhan Provinsi di China Terdampak

Banjir merendam Wuhan dan wilayah lainnya usai hujan lebat berhari-hari, dan diprediksi belum akan berakhir.

AFP/STR
Warga yang menaiki perahu memperhatikan rumah yang miring dihantam banjir, dekat Danau Poyang, Kota Shangrao, Provinsi Jiangxi, China, Rabu (15/7/2020). 

Kru dikirim untuk menyelidiki tanggul yang tergenang air dan ribuan karung pasir diisi untuk persiapan lebih banyak kerusakan yang perlu segera ditutup.

Air naik ke jendela lantai pertama di kota-kota kuno yang terbuka dan tanaman tergenang di sekitar Danau Poyang yang luas.

Banjir sejak awal bulan ini telah memaksa evakuasi sekitar 44 juta orang di 24 provinsi, terutama di China selatan.

Banjir mencapai ketinggian 1,4 meter di daerah Linshui, baratdaya Provinsi Sichuan, kata Kementerian Departemen Penyelamatan.

Hujan deras juga menyebabkan tiga tanah longsor pada Kamis (16/7) di sebuah kota di pegunungan Chongqing, hulu Yangtze.

Longsor mengubur tiga orang dan tiga lainnya hilang, lapor kantor berita resmi Xinhua.

Banjir musiman menghantam sebagian besar wilayah Cina setiap tahun, terutama di wilayah tengah dan selatan.

Tetapi kondisi tahun ini sangat buruk.

Kota-kota besar masih selamat, tetapi kekhawatiran telah meningkat atas Kota Wuhan dan kota-kota metropolitan hilir lainnya yang merupakan rumah bagi puluhan juta orang.

Pemerintah China, Jumat (17/7/2020) memperingatkan tentang kedatangan banjir lebih kuat dari Bendungan Tiga Ngarai .

Pemerintah mengeluarkan peringatan baru bagi kota-kota di hilir, karena lebih banyak hujan dalam beberapa hari mendatang.

Kota-kota di wilayah tengah negara itu di sepanjang Sungai Yangtze, sungai terpanjang di China - telah tergenang dalam sepekan terakhir ini.

Hujan deras telah menghantam wilayah itu sejak bulan lalu, mendorong curah hujan rata-rata 12% lebih tinggi dari tahun lalu.

Pihak berwenang mengatakan bendungan sudah mengeluarkan air pada 29 Juni 2020 untuk mengantisipasi banjir.

Mereka menyatakan banjir yang terjadi di kota-kota hilir bukan disebabkan oleh pembuangan, tetapi lebih disebabkan oleh sistem drainase yang buruk.

Meskipun bendungan mencapai rekor banjir baru tahun ini, pihak berwenang belum mengindikasikan akan melepas lebih banyak air dalam beberapa hari mendatang.

Namun, penduduk di pusat kota Wuhan dan provinsi Anhui, Jiangxi dan Zhejiang, menerima peringatan merah pada Jumat (17/7/2020).

Tetapi dengan hujan yang terus-menerus diperkirakan dalam minggu mendatang, para ekonom telah memperingatkan risiko yang akan terjadi dari banjir luas.

Dapat menghambat pemulihan yang masih baru dari virus Corona.

"Banjir telah begitu meluas sehingga proyek-proyek infrastruktur akan tertunda karena sebagian besar skema terkait dengan kegiatan konstruksi," kata ING Group.

Banjir terburuk Tiongkok pada 1998, ketika lebih dari 2.000 orang meninggal dan hampir 3 juta rumah hancur, sebagian besar di sepanjang Sungai Yangtze.

Bendungan Tiga Ngarai dibangun terutama untuk menghasilkan tenaga listrik, tetapi pemerintah juga mengatakan untuk mengurangi bencana banjir.(*)

VIDEO Sepeda Motor Pria Ini Terbakar saat Disemprot Disinfektan, Motornya Hangus Dilalap Api

Alok Mohanty Pengusaha yang Jahit Masker N95 dengan Emas, Pria India Ini Habiskan Rp 69 Juta

BIN Tak Lagi di Bawah Kemenko Polhukam, Kini di Bawah Presiden, Ini Sejarah Singkat BIN

VIDEO - Tertidur Sejak Umur 8 Bulan, Bocah Imut Ini Alami Sindrom Putri Tidur

sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Dihantam Virus Corona, Wuhan Diterjang Banjir Besar",

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved