Kepala Bappeda: Jangan Pernah Ragukan Komitmen Pemerintah Aceh untuk Aceh Hijau
Kepala Bappeda Aceh menegaskan, meski luasan hutan hijau Aceh masih menggembirakan namun Pemerintah Aceh tak pernah berhenti untuk mempertahankan
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Amirullah
Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Bappeda Aceh, Ir Helvizar Ibrahim mengatakan, meski luasan hutan hijau Aceh masih lebih luas dari provinsi lain namun Pemerintah Aceh akan terus bekerja mempertahankan pertumbuhan hijau di provinsi ini.
Helvizar mengatakan itu ketika membuka Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pertumbuhan Aceh Hijau/Green Growth Planning (GGP) di lantai IV Kantor Bappeda Aceh, Rabu (22/7/2020).
Menurut Helvizar, kebiasaannya ketika naik pesawat selalu mencari tempat duduk di pinggir agar bisa leluasa melihat bentangan alam di bawah melalui jendela.
“Sejak dari perbatasan dengan provinsi tetangga saya melihat hutan Aceh masih hijau. Maaf, saya harus mengatakan kalau hutan Aceh masih lebih hijau dibanding provinsi lainnya,” kata Helvizar.
• Raja Salman Pimpin Rapat Kabinet Arab Saudi dari Rumah Sakit, Sumber Anonim Sebut Kondisinya Stabil
• Bakpak yang Cabuli Anak Kandung Ditangkap Polisi, Pelaku Mengaku Khilaf dan Menyesal
• Oknum Dosen Diskors 5 Tahun Tak Boleh Mengajar, Lecehkan Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi
Kepala Bappeda Aceh menegaskan, meski luasan hutan hijau Aceh masih menggembirakan namun Pemerintah Aceh tak pernah berhenti untuk mempertahankan agar Aceh tetap hijau.
“Saya pikir komitmen Pemerintah Aceh untuk Aceh Hijau tak perlu diragukan,” tandas Kepala Bappeda Aceh.
Menurutnya, dalam 15 program unggulan Aceh Hebat, salah satunya adalah Aceh Greend.
“Kita tinggal mengisinya,” ujar Helvizar.
Pemerintah Aceh, lanjut Helvizar akan mengerahkan berbagai upaya termasuk dana untuk mempertahankan hutan Aceh tetap hijau.
“Ini untuk membuktikan komitmen Pemerintahan Irwandi-Nova,” tandasnya.
Acara Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pertumbuhan Aceh Hijau/GGP, menurut Helvizar bertujuan
mendiskusikan apakah bahan baku yang sisajikan sudah sesuai atau belum.
“Ini perlu kita diskusikan untuk pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau Aceh,” demikian Kepala Bappeda Aceh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-bappeda-aceh-helvizar-ibrahim-soal-apba-2020.jpg)