Breaking News:

Malaysia Bebaskan 27 Pengungsi Muslim Rohingya dari Hukuman Cambuk, Diganti dengan yang Lebih Ringan

Pengadilan tinggi Malaysia resmi membebaskan 27 orang pengungsi muslim yang berasal dari etnis Rohingya, Myanmar dari hukuman cambuk.

CNN
Wanita etnis Rohingya menangis di atas kapal 

SERAMBINEWS.COM - Pengadilan tinggi Malaysia resmi membebaskan 27 orang pengungsi muslim yang berasal dari etnis Rohingya, Myanmar dari hukuman cambuk.

Seorang pengacara mereka mengatakan hukuman akan diganti yang lebih rendah, setelah adanya tuntutan dari aktivis hak asasi manusia.

Pengadilan Tinggi di Alor Setar, negara bagian Kedah ini membatalkan hukuman cambuk setelah melakukan peninjauan kembali atas kasus imigran gelap, kata Collin Andrew, pengacara para pengungsi.

Dalam ulasannya, hukuman cambuk pengadilan tidak manusiawi karena orang-orang tersebut adalah pengungsi yang tidak memiliki riwayat kejahatan atau kekerasan sebelumnya, kata Andrew dalam sebuah pernyataan.

"Keputusan hari ini patut mendapat pujian karena ada perlindungan hak asasi manusia yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi," katanya, dilansir Reuters, Rabu (22/7/2020).

Diketahui setidaknya 40 orang pengungsi ini dibawa ke pengadilan setelah terbukti memasuki negeri Jiran tanpa izin.

()

Migran diselamatkan sebagian besar Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh tidur di balai desa di kota nelayan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara pada 16 Mei 2015 setelah 95 diselamatkan oleh nelayan lokal Indonesia dari laut lepas Pangkalan Susu. AFP PHOTO / ROMEO GACAD (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)

Mereka masuk melalui sebuah pulau di bagian barat laut wilayah Langkawi.

Rombongan ini melakukan perjalanan dengan menumpang kapal tanpa disertai izin legal.

Pada akhirnya, pengadilan memutuskan memberikan hukuman tujuh bulan penjara untuk mereka.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved