Opini
Pentingnya Pendidikan Agama Islam Bagi Anak
Bila si anak sudah ditanamkan pendidikan agama Islam yang baik secara mendalam sejak dini, maka akan tertanam pemahaman pendidikan agama Islam
Banyak nilai-nilai pendidikan agama Islam yang dapat dan harus dibangun di dalam keluarga, seperti peduli sesama, kreatif, jujur, tanggung jawab, disiplin, sehat, dan bersih. Keluarga adalah laksana taman atau lahan yang subur tempat menyemaikan dan menanam benih-benih nilai tersebut.
Imam Al-Ghazali dalam buku Ihya Ulumuddin, (1964:193) sangat menekankan aspek akhlak dalam sistem pendidikannya karena menurutnya tujuan pendidikan agama Islam adalah pendidikan akhlak itu sendiri. Lebih lanjut Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa lingkungan rumah tangga menurutnya yang sangat dominan dalam membina pendidikan akhlak, karena anak yang berusia muda dan kecil itu lebih banyak di lingkungan rumah tangga dari pada di luar.
Kemudian ikatan ibu bapak dengan putera puterinya adalah lebih kuat daripada ikatan persaudaraan dan ikatan lainnya, sehingga jelas akan memberikan pengaruh yang lebih besar dalam proses pendidikan akhlak, dibanding pengaruh yang diberikan oleh komponen pendidikan lainnya.
Secara umum menurut Imam Al-Ghazali, keluarga memegang peranan penting dalam pendidikan akhlak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menurut Imam Al-Ghazali pendidikan akhlak sangat urgen dalam lingkungan keluarga.
Pendidikan agama Islam dalam lingkungan rumah tangga disebut dengan memberikan peran yang sangat berarti dalam proses pembentukan kepribadian Muslim anak sejak dini. Sebab, di lingkungan keluarga inilah seseorang menerima sejumlah nilai dan norma yang ditanamkan sejak masa kecilnya.
Dalam hal ini Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali `Imran: 102).
Seruan kepada orang-orang beriman untuk bertakwa dalam ayat di atas, bermuara pada pembentukan kepribadian Muslim. Orang yang beriman hendaknya menumbuhkan karakter takwa pada dirinya. Dengan tumbuhnya ketakwaan tersebut pada dirinya, maka akan melahirkan kepribadian Muslim seutuhnya. Dengan demikian, manusia yang beriman dan bertakwa merupakan ciri manusia Muslim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-murni-spdimpd-dosen-fakultas-tarbiyah-dan-keguruan-uin-ar-araniry-banda-aceh.jpg)