Breaking News:

Idul Adha 1441 H

Lebih Utama Kurban untuk Orang Hidup atau yang Sudah Meninggal? Simak Penjelasan Buya Yahya

Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

INSTAGRAM @buyayahya_albahjah
Buya Yahya menjelaskan tentang kurban untuk orang hidup dan orang yang sudah meninggal 

Buya Yahya menjelaskan tentang mana yang lebih diutamakan, antara kurban untuk orang yang masih hidup atau untuk orang tua yang sudah meninggal. 

SERAMBINEWS.COM - Berkurban memang sangat dianjurkan kepada setiap muslim.

Bahkan beberapa ayat menyandingkan shalat dengan ibadah kurban, karena memiliki keutamaan yang sangat baik di sisi Allah SWT.

Pun bisa dikatakan, jika ibadah fisik yang paling tinggi derajatnya adalah shalat, maka ibadah bersedekah maka kurban memiliki derajat tinggi dalam sedekah.

Seperti salah satu ayat yang membahas mengenai tingginya derajat kurban.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah),” (QS Al-An’am: 162-163).

Lalu, bagaimana untuk orang yang telah meninggal ?

Apakah masih disunnahkan untuk berkurban dengan perantara anak-anaknya, atas nama orang tuanya.

Hukum Menyembelih Hewan Kurban Sendiri, Simak Penjelasan Buya Yahya

Baca dan Simak Penjelasan Buya Yahya tentang Pahala Puasa Arafah, Lengkap dengan Cara Niatnya

Bolehkah Menjual Daging Kurban? Begini Penjelasan Buya Yahya

Mengenai hal ini, ulama berbeda-beda pendapat, sebagian menyebut berkurban lebih baik untuk orang yang masih hidup.

Halaman
123
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved