Berita Banda Aceh
Ulama dan Akademisi Aceh Dukung Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Sebagai umat Islam, kata Tgk Bulqaini, tentu menyambut sangat gembira sekali kebijakan Erdogan ini.
Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
Sebagai umat Islam, kata Tgk Bulqaini, tentu menyambut sangat gembira sekali kebijakan Erdogan ini.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk Bulqaini Tanjungan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Turki mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.
Menurut Tgk Bulqaini, selama ini Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan, sudah menunjukkan kepeduliannya yang besar terhadap dunia Islam dan membantu orang-orang yang lemah di berbagai belahan dunia.
"Maka tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya dalam isu Hagia Sophia.
Apalagi yang sedang dilakukannya kali ini adalah mengubah fungsi Hagia Sophia kembali menjadi masjid tempat di mana umat Islam akan dapat beribadah," ujar Tgk Bulqaini melalui siaran pers, Minggu (26 Juli 2020).
Sebagai umat Islam, kata Tgk Bulqaini, tentu menyambut sangat gembira sekali kebijakan Erdogan ini.
Apalagi Hagia Sophia pernah berabad-abad menjadi masjid sebelum kemudian diubah menjadi museum hampir selama satu abad oleh rezim Turki sebelumnya yang sangat sekuler.
• Bupati Akmal Cerita Soal Masjid Agung yang Buka 24 Jam, Ternyata Berkaitan dengan Pengalaman Danrem
• Bek Asing Persiraja Adam Mitter Tetap Bertahan di Bali, tak Mudik ke Inggris, Ini Alasannya
• Sempat Dicegah Masuk Sabang, Seorang Penumpang Kapal Ternyata Positif Covid-19
Menurut Tgk Bulqaini yang juga pimpinan pesantren Markaz Ishlah Al Aziziyah di Banda Aceh ini, kebijakan Presiden Erdogan ini dapat dipahami sebagai upaya mengangkat martabat umat Islam di pentas dunia.
"Apa yang dilakukan Erdogan dengan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid menunjukkan bahwa umat Islam di Turki telah mampu keluar dari intervensi asing yang selama ini membelenggu tekad umat Islam untuk bangkit," ujar Tgk Bulqaini.
Hal serupa disampaikan akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Teuku Zulkhairi, MA.
Ia mengatakan bahwa Turki saat ini perlahan-lahan sudah berhasil bangkit dari keterpurukan panjangnya.
"Di bawah rezim Turki yang sekuler sebelum era Erdogan, Turki dijuluki negara sakit di Eropa.
Sekarang Turki menjadi negara penting dan tidak bisa didikte negara lain, khususnya dalam kasus Hagia Sophia ini, " ujar Zulkhairi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tepat-hari-ini-hagia-sophia-gelar-salat-jumat-perdana-sejak-86-tahun-silam.jpg)