Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Timur

Mahasiwa Minta Pemerintah Perhatikan Pedalaman Aceh Timur, Akses Jalan Rusak Parah

meminta pemerintah agar memperhatikan daerah Simpang Jernih, Aceh Timur, yang masih sangat terisolir dan kurang tersentuh pembangunan

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Foto Kiriman Abdullah
Jalan rusak berat menuju Kecamatan Simpang Jernih, di Desa Simpang Jernih, Aceh Timur. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Ikatan Pemuda Mahasiwa Simpang Jernih (IKAPEMA SPJ) meminta pemerintah agar memperhatikan daerah Simpang Jernih, Aceh Timur, yang masih sangat terisolir dan kurang tersentuh pembangunan.

Ketua IKAPEMA SPJ, Abdullah, mengatakan ada beberapa sektor yang perlu diperhatikan pemerintah di Simpang Jernih, yaitu pembangunan jalan darat dari perbatasan Aceh Tamiang, Desa Serkel menuju Simpang Jernih yang masih rusak parah dan sulit dilalui.

Kedua, pembangunan jalan darat dan jembatan penghubung antar desa yang dipisahkan sungai yang perlu dibangun jembatan antara Desa Simpang Jernih menuju Desa Pante Kera.

Bea Cukai Kuala Langsa Sita 40 Ton Bahan Makanan dari Luar Negeri di Rantau Panjang Aceh Timur

Selama ini penyeberangan masih menggunakan getek.

Begitu juga menuju Desa Tampor Paloh, dan Tampor Bor, warga masih menggunakan boat.

Sedihnya lagi, jelas Abdullah, di Desa Meulidi sudah dibangun SD, dan SMP.

Posisi SD di pusat kampong Meulidi, sedangkan SMP Negeri 2 Simpang Jernih, dibangun di seberang sungai yaitu di Dusun Perjut, yang mana anak sekolah dari pusat kampong sekolah ke SMP ini juga masih menggunakan getek.

Aparat Desa dan BPBD Aceh Barat Evakuasi Ibu Hamil Ditengah Genangan Banjir

Begitu juga di Desa Tampor Paloh, desa di hulu sungai Simpang Jernih, sudah dibangun Madrasah Aliyah Swasta (MAS).

Rata-rata guru yang mengajar di sekolah SD, SMP di Desa Meulidi, dan Tampor Paloh, dari Kota Langsa dan Aceh Taming, yang saban hari pergi mengajar menggunakan boat.

“Kalau musim hujan dan banjir guru tidak bisa naik karena arus deras, boat berisiko kecelakaan, sehingga anak-anak terpaksa belajar di rumah,” ungkap Abdullah didampingi Kabid Keagamaan IKAPEMA Kadirun, kepada Serambinews.com, Rabu (29/7/2020).

Karena itu, kata Abdullah, perlu dibangun jembatan penghubung dan jalan darat antar desa yang dipisahkan sungai.

“Kalau jalan sudah dibangun semua akan bangkit, pendidikan maju, aktivitas warga lancar, seperti warga mudah mengeluarkan hasil pertanian, karena itu kita mohon perhatian pemerintah dan Bupati Aceh Timur,” pinta Abdullah.

Bupati Aceh Barat Antar Bantuan Masa Panik Kepada Korban Banjir

Terakhir pemuda dan mahasiwa mohon agar dibangun jaringan komunikasi, karena jaringan komunikasi baru ada di Desa Simpang Jernih, pusat kecamatan sedangkan di desa lain warga terpaksa cari sinyal ke atas bukit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved