Update Corona di Aceh Barat Daya
Perawat RIK Covid RSU Teungku Peukan Dilarang Pulang ke Rumah, Disolasi di Gedung PPC Dinkes Abdya
Seluruh perawat yang bertugas di Ruang Isolasi Khusus (RIK) Covid-19 pada Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE- Seluruh perawat yang bertugas di Ruang Isolasi Khusus (RIK) Covid-19 pada Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilarang pulang ke rumah.
Setelah melaksanakan tugas, para perawat khusuus tersebut seluruhnya diisolasi di Gedung Public Safety Centre (PPC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya. Ketentuan larangan pulang ke rumah bagi seluruh perawat yang bertugas di RIK itu diterapkan 23 Juli 2020 lalu.
Gedung PPC Dinkes Aceh Barat Daya berlokasi di seberang jalan, persis depan RSU TP di Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Kecamatan Susoh.
Pihak rumah sakit tidak memperkenankan pulang ke rumah bagi seluruh perawat khusus RIK setelah keluar hasil pemeriksaan swab empat warga, tiga diantaranya merupakan pasien dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Direktur RSU TP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB dihubungi Serambinews.com, Kamis (30/7/2020) membenarkan hal ini.
• Meski 5 Warga Positif Covid-19, Blangpidie Abdya Tetap Dipadati Pengunjung Sambut Idul Adha 1441 H
• Polisi Ungkap Kasus Penipuan Berkedok Perumahan Syariah, Seorang Pelaku Ditangkap
• Kronologi Penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia, 11 Tahun Jadi Buronan
“Ada 9 perawat khusus bertugas di RIK tidak dibenarkan pulang ke rumah. Mereka diisolasi di Gedung PPC Dinkes Abdya,” katanya.
Para perawat khusus bertugas di RIK Covid-19 tersebut terjadi kontak erat dengan tiga dari lima pasien yang di rawat di RSU Teungku Peukan sebelum keluar hasil pemeriksaan swab di Laboratorium Balitbangkes Aceh pada 23 Juli lalu.
Selain diisolasi dan tidak diperkenankan pulang ke rumah, sembilan perawat tersebut juga sudah diambil sampel swab bersama puluhan tenaga medis lainnya untuk diperiksa di Laboratorium Balitbangkes Aceh.
Kebijakan larangan pulang ke rumah khusus bagi perawat bertugas di RIK merupakan tindakan antisipasi. Terlebih lagi, salah seorang tenaga medis (dokter) di RSU TP), berinisial DS (40), dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab di Laboratorium Balitbangkes Aceh yang keluar 29 Juli lalu.
Tenaga medis tersebut terjadi kontak erat dengan pasien positif Corona selama di rawat di RSU Teungku Peukan, sebelum hasil pemeriksaan swab PCR keluar.
Direktur RSU TP Abdya itu mengakui, kalau hampir 100 petugas medis rumah sakit tersebut, terdiri dokter dan perawat sudah diambil sampel swab untuk diperiksa.
Sebagian atau sebanyak 37 sampel swab sudah keluar hasil pemeriksaannya, dimana 36 sampel dinyatakan negatif, dan 1 orang dinyatakan positif Corona, yaitu DS (40), tidak lain adalah tenaga dokter setempat.
Seperti diberitakan, Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes mengakui telah mengirim sebanyak 64 sampel swab untuk diperiksa di Laboratorium Balitbangkes Aceh hingga Selasa (28/7/2020) sore. Pengiriman sampel dilakukan tiga kali. Pertama, 27 sampel, kedua 10 sampel seluruhnya swab tenaga medis RSU TP.
• PT Mifa Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Masyarakat Korban Banjir di Meureubo
Kemudian, Selasa sore dikirim lagi 27 sampel swab, dengan rincian 23 sampel swab tenaga medis RSU TP, ditambah 3 sampel swab kedua terhadap tiga positif dan 1 sampel swab terhadap anak dari salah seorang warga positif dari Lembah Sabil.