Luar Negeri
Sampah Menggunung,Lebanon Padamkan Listrik 20 Jam dan Antrean Panjang di SPBU
Lebanon yang sedang didera krisis berkepanjangan telah memberi dampak luas terhadap rakyatnya.Pemadaman listrik berlangsung hingga 20 jam sehari.
Menyebabkan kelumpuhan politik, kekerasan atau keduanya.
Perang saudara 1975-90 membuat kata "Beirut" identik dengan kehancuran perang.
Juga menghasilkan generasi panglima perang yang berubah menjadi politisi yang belum bisa dilenyapkan oleh Lebanon hingga saat ini.
Sejak perang berakhir, negara itu telah menderita pendudukan Suriah, konflik berulang dengan Israel, pertarungan sektarian, pembunuhan politik dan berbagai krisis ekonomi.
Serta masuknya lebih dari satu juta pengungsi dari perang saudara Suriah ke negaranya.
Kehadiran kelompok kuat Syiah, Hizbullah, tentara proksi Iran yang diciptakan pada 1980-an untuk memerangi pendudukan Israel .
Memastikan negara itu selalu terjebak dalam perjuangan untuk supremasi oleh negara adidaya regional Iran dan Arab Saudi.
Tetapi krisis saat ini sebagian besar adalah buatan Lebanon sendiri.
Puncak dari puluhan tahun korupsi dan keserakahan oleh kelas politik yang menjarah hampir setiap sektor ekonomi.
Selama bertahun-tahun, negara itu terbawa arus, secara ajaib menghindari kehancuran bahkan ketika menumpuk beban utang publik terberat di dunia.
Sistem pembagian kekuasaan sektarian memberikan posisi teratas menurut sekte daripada kualifikasi.
Sehingga memungkinkan politisi untuk bertahan hidup dengan terlibat dalam kronisme dan perlindungan bagi komunitas mereka.
“Salah satu masalah di Lebanon, korupsi telah didemokratisasi, tidak terpusat pada satu orang," ”kata Marwan Muasher, wakil presiden untuk studi di Carnegie Endowment for International Peace.
Dia mengatakan hal itu semua sudah berakhir,
"Setiap sekte memiliki sektor ekonomi yang dikontrol dan diambil uangnya, sehingga dapat membuat sekte mereka bahagia," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-beirut-bersantai-di-pantai.jpg)