Breaking News:

Berita Luar Negeri

Mantan Pejabat Militer AS Sebutkan Cina Dapat Mengambil Alih Taiwan Dalam 3 Hari pada Awal 2021

Saat ini, Barat terganggu oleh pemilihan AS dan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Penulis yakin operasi tersebut selesai hanya dalam 3 hari.

Reuters
Kapal induk Cina Lioning bersama kapal pengawalnya unjuk gigi di Pasifik. 

SERAMBINEWS.COM, TAIPEI - Dalam sebuah esai yang diterbitkan oleh Institut Angkatan Laut AS, mantan Wakil Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Michael Morell dan mantan Laksamana James Winnefeld, memperingatkan bahwa Xi Jinping akan membawa Taiwan 'kembali' ke Cina pada pertengahan Januari 2021.

Saat ini, Barat terganggu oleh pemilihan AS dan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Penulis yakin "operasi" tersebut akan selesai hanya dalam tiga hari.

Morell dan Winnefeld melukiskan skenario kasus terburuk dalam artikel tersebut, yang diterbitkan oleh asosiasi militer swasta, nirlaba, dan profesional.

Kekuatan Militernya Tak Sebanding dengan China, Tapi Taiwan Bisa Kalahkan Tiongkok dengan Cari Ini

Jika China-Taiwan Berperang, Ini 5 Senjata Canggih China yang Bisa Hancurkan Taiwan

Takuti Taiwan, Cina Gelar Latihan Militer Besar-besaran

Mereka menganggap operasi itu akan berlangsung cepat, "dimulai pada malam hari tanggal 18 Januari", sebelum pelantikan presiden AS.

Pada saat yang sama, Cina akan melakukan serangan dunia maya untuk melumpuhkan negara tersebut dengan menonaktifkan jaringan listrik nasional dan utilitas penting lainnya.

Ini akan diikuti oleh blokade laut dan udara yang cepat, dengan beberapa kapal selam Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bergabung dalam aksi tersebut.

 Penulis membayangkan blokade akan membuka jalan bagi pendaratan pasukan amfibi PLA.

Sementara itu, Cina akan mengirimkan peringatan keras untuk tidak diintervensi oleh AS, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan sekutu dekat Taiwan lainnya.

 Taiwan Bersiap Hadapi Ancaman Militer China, Jalin Kerja Sama Dengan AS sebagai Pemasok Senjata

Taiwan Adakan Latihan Perang Besar di Pantai, Untuk Jaga-jaga Jika Diserang China

Check-in Tapi Tidak Terbang, Bandara di Taiwan Buka Penerbangan Palsu Saat Pandemi, Ini Maksudnya

Di hari kedua setelah aksi militer, pasar saham global akan ambruk akibat gejolak.

Para pemimpin dunia akan membuat pernyataan mengutuk serangan itu, tapi  ya sebatas itu saja.

 Washington terhalang oleh berbagai masalah, tidak akan dapat bereaksi.

 Pada hari ketiga setelah serangan itu, Morell dan Winnefeld yakin sudah terlambat bagi Washington untuk membalikkan kerusakan.

 Kemudian, Xi akan menutupi invasi dengan mengatakan kepada dunia, "Impian Cina" telah menjadi kenyataan dan "menyambut orang-orang Taiwan pulang." (taiwannews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved