Update Corona di Subulussalam

Polisi Pantau Akun Facebook Penyebar Ujaran Kebencian Soal Covid-19 di Subulussalam

“Saat ini kita memantau beberapa akun yang membuat postingan mengarah ujaran kebencian dan provokasi,"

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK 

AKBP Qori menambahkan sejauh ini dia sudah mendapat sejumlah screenshot komentar netizen di facebook yang mengarah ujaran kebencian, provokasi dan fitnah itu.

Oleh karena itu, sebelum polisi mengambil tindakan para netizen diingatkan segera menghentikan segala postingan berbau hujatan dan kebencian.

Soal warga Subulussalam berinisial NM (48) yang meninggal beberapa hari lalu, kata AKBP Qori memang secara medis berdasarkan hasil swab dinyatakan positif covid-19.

“Berdasarkan hasil swab memang pasien itu dinyatakan positif covid-19,” ujar AKBP Qori.

Dokter tantang pembuktian dan beri hadiah

Seperti diberitakan sebelumnya lagi, masyarakat Subulussalam hingga kini masih banyak yang belum yakin jika pasien meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat positif covid-19.

Bahkan, bukan hanya tidak percaya, setiap ada postingan berita media soal kasus covid-19 maupun kebijakan daerah di akun facebook selalu ditanggapi negatif. 

Amatan Serambinews.com Minggu (16/8/202020) di sejumlah grup facebook beragam komentar miring yang mengarah fitnah, hujatan, caci maki hingga sumpah serapah. 

Beragam tudingan netizen terhadap medis dan tim gugus bertabur di sana.

Merasa disudutkan oleh anggapan miring dan dinilai fitnah, seorang dokter spesialis di RSUD Kota Sulussalam angkat bicara.

Adalah dr Risdianty Saragih, MSc, SpPD, Finasim yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Kota Subulussalam membuat postingan berisi tantangan kepada warga yang mampu membuktikan segala tuduhan.

Tak tanggung-tanggung, Risdianty siap memberikan uang tunai sebesar Rp 100 juta bagi warga yang mampu membuktikan penegakan penyakit covid-19 merupakan bisnis.

Apa yang dilakukan Risdianty karena merasa fitnah atas penegakan penyakit covid-19 di sana sangat santer terutama di media sosial.

Padahal, kata Risdianty awalnya dia tidak menghiraukan sederet hujatan dan fitnah netizen terhadap tim medis dalam penegakan diagnosa covid.

Namun lantaran makin hari kian santernya hujatan dan fitnah tersebut, Risdianty dan dr Ghamal Hanafiah, SpP beserta seluruh tim yan bekerja menantang masyarakat yang selama ini curiga terhadap mereka.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved