Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

Iran Ujicoba Rudal Dengan Jangkauan Lebih Jauh, Dinamai Haj Qasem

Pemerintah Iran, Kamis (20/8/2020) meluncurkan dua rudal yang memiliki jangkauan lebih jauh dari sebelumnya.

Editor: M Nur Pakar
AFP/IRANIAN DEFENCE MINISTRY
Dua foto memperlihatkan rudal balistik Ghassem Soleimani, sebelum dan sesudah diluncurkan di sebuah lokasi tak diketahui di Iran, Kamis (20/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran, Kamis (20/8/2020) meluncurkan dua rudal yang memiliki jangkauan lebih jauh dari sebelumnya.

Rudal itu dinamai komandan Iran yangv tewas pada Januari 2020 oleh serangan drone AS.

"Mengenai rudal jelajah, kami telah menambah dari jarak 300 hingga 1.000 kilometer dalam waktu kurang dua tahun," kata Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Dia menyampaikan dalam sebuah upacara yang disiarkan televisi di Teheran, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2020).

Pengungkapan rudal itu terjadi sehari setelah Washington mengatakan akan mengaktifkan mekanisme kontroversial.

Bertujuan memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran, yang disebut prosedur "snapback".

"Snapback" bertujuan memulihkan semua sanksi internasional terhadap Iran yang dicabut.

Hal itu sebagai bagian dari perjanjian 2015 dengan Teheran yang berusaha mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.

Iran Lontarkan Kecaman Keras, Hubungan UEA dan Yahudi Memiliki Risiko Besar

Sekjen GCC Kecam Presiden Iran, Rencanakan Serangan ke UEA

Iran Ancam Serang UEA, Buka Hubungan Diplomatik dengan Yahudi

Salah satu rudal baru Haj Qasem, rudal balistik, dinamai untuk menghormati jenderal tertinggi Iran Qasem Soleimani.

Dia tewas pada Januari 2020 terkena serangan drone AS di Baghdad, Irak.

Televisi pemerintah memuji kecepatan rudal balistik sebagai tangan panjang Iran untuk menghantam para penyerang.

Iran meminta orang-orang untuk tidak melupakan "Ain al-Assad", pangkalan militer Irak yang menampung tentara AS.

Sempat dihantam oleh rudal Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Soleimani. .

Yang lainnya, sebuah rudal jelajah, dinamai untuk menghormati Abu Mahdi al-Muhandis.

Seorang letnan Irak dari Soleimani, yang tewas dalam serangan yang sama di Baghdad.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved