Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Banyak BUMDes Jalan di Tempat, Ini Penyebabnya Berdasarkan Monev DPMG dan Inspektorat Lhokseumawe

DPMG Lhokseumawe bersama Inspektorat setempat melakukan monitoring terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Tim monitoring dan evaluasi (monev) BUMDes di Lhokseumawe. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Lhokseumawe bersama Inspektorat setempat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala DPMG Lhokseumawe, Bukhari kepada Serambinews.com, Rabu (26/8/2020), menyebutkan, saat ini, di Kota Lhokseumawe ada 67 BUMDes. Sedangkan proses monitoring dan evaluasi, ujarnya, sudah dimulai sejak pekan pertama Juli 2020.

Sampai sekarang, papar dia, proses monitoring sudah selesai terhadap 60 BUMDes. "Kita targetkan proses evaluasi akan berakhir pada 1 September 2020 mendatang," ujar Bukhari.

Sedangkan hasil monitoring dan evaluasi yang sudah dilakukan terhadap 60 BUMDes, menurut Bukhari, pihaknya menyimpulkan, sebagian besar BUMG saat ini masih jalan di tempat, bahkan ada yang tidak jalan sama sekali.

Hal ini disebabkan banyak faktor, seperti SDM pengelola yang terbatas, kesalahan dalam memilih jenis usaha, tidak didasari atas potensi dan peluang pasar yang ada di gampong, serta sejumlah faktor lainnya.

Ini Syarat Harus Dibawa Peserta Tes CPNS dari 5 Kabupaten di Aceh Saat Ikut SKB di Lhokseumawe

Ironi Catin Pulau Banyak Barat, Menikah Harus Sebrangi Lautan, Saat Cuaca Buruk Akad Suci Berantakan

Presiden Apresiasi Pemerintah dan Warga Aceh Besar, Atas Dukungan Pembebasan Lahan Tol Tercepat

"Akibatnya, banyak unit usaha BUMG yg belum berhasil meraih keuntungan, omzet juga tidak mencapai target. Laba usaha pun akhirnya hanya bisa menanggulangi beban biaya operasional seperti gaji karyawan dan lainnya," papar Bukhari.

Namun demikian, diakui dia, ada juga beberapa BUMG yang memang masih bisa bertahan dan bahkan mendapatkan berkah tersendiri. Seperti BUMG Mane Makmue, Gampong Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat.

BUMG yang baru saja membuka unit usaha objek 'Wisata Sawah' itu, kini sudah mulai mendulang pendapatan besar. "Kita berharap, lokasi objek 'wisata sawah' tersebut bisa terus bertahan dan terus berinovasi demi kemajuan gampong," harapnya.

Lanjut Bukhari, pihaknya dipastikan akan terus melakukan pembinaan terhadap seluruh BUMG, agar ke depan bisa berjalan lebih baik dan dapat menjadi sebuah badan usaha yang benar-benar menjadi penopang ekonomi gampong.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved