Opini
Menggugah Kesadaran Soal Covid
Hari ke hari, kasus penularan virus corona (Covid-19) terus bertambah. Melonjaknya tingkat penularan virus sebenarnya bukan karena virus
Oleh H Aminullah Usman S.E., Ak., M.M, Wali Kota Banda Aceh
Hari ke hari, kasus penularan virus corona (Covid-19) terus bertambah. Melonjaknya tingkat penularan virus sebenarnya bukan karena virus itu lebih digdaya. Akan tetapi karena kita terlalu meremehkannya.
Ibarat perlombaan lari antara kelinci dengan kura-kura. Di mana di akhir cerita yang menang bukanlah kelinci yang terkenal berlari cepat, melainkan oleh binatang bercangkang keras yang terkenal berjalan lamban.
Kesombongan telah mengalahkan kelinci. Begitulah dengan virus ini, semakin dianggap sepele maka kasusnya semakin membesar. Tak tertutup kemungkinan penambahan itu datang dari kita. Maka teruslah waspada.
Secara khusus, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka penularan. Mulai dengan melakukan kampanye protokol kesehatan, razia masker, menyediakan fasilitas cuci tangan di area publik dan perkantoran.
Tak hanya itu, Pemerintah kota juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah ibadah, sekolah, dan tempat umum, serta membagi-bagikan masker kepada warga. Semua itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penularan virus corona.
Tentu kerja pemerintah tidak maksimal jika tidak didukung oleh masyarakat. Kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan di tengah kondisi di mana kasus terus meningkat seperti saat ini. Terutama keterlibatan kalangan muda dan perangkat desa.
Kaum milenial harus menjadi ujung tombak dalam mengampanyekan betapa bahayanya wabah Covid-19. Sedangkan perangkat desa, bisa mengontrol warganya agar taat pada protokol kesehatan. Karena tugas ini menjadi tanggung jawab bersama.
Selain itu, kita juga harus menjadi pelindung bagi diri sendiri dan keluarga masing-masing. Tidak ada orang lain yang lebih peduli terhadap kondisi kesehatan keluarga kita. Ingatlah, wabah Covid-19 belum berakhir dan tidak tahu kapan akan jeda serta akan terus menjadi ancaman.
Saat ini, Indonesia menjadi negara nomor dua terbanyak kasus Covid-19 di Asia Tenggara setelah Filipina. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan penambahan kasus dan angka kematian di Asia Tenggara mengalami kenaikan yang signifikan.
Dari laporan WHO, Asia Tenggara menyumbang 28% dari semua kasus baru dan 19% dari semua kematian baru secara global. Kondisi ini menjadi Asia Tenggara tersebut menjadi paling terdampak kedua di dunia.
Untuk diketahui, kasus Covid-19 sudah menyebar ke 216 negara di seluruh dunia. Berdasarkan data hingga Rabu (26/8/2020), ada 23,9 juta orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh dunia. Sebanyak 15,6 juta orang sembuh dan 820 ribu orang lainnya meninggal dunia.
Sementara di Indonesia, kasus positif Covid-19 mencapai 160.165 orang. Dari angka tersebut, yang sembuh sebanyak 115.409 orang dan meninggal mencapai 6.944 orang.
Untuk Aceh sendiri, kasus positif Covid-19 sebanyak 1.292 orang, sembuh 564 orang, dan meninggal 41 orang. Sedangkan kasus positif di Banda Aceh sebanyak 370 orang, sembuh 131 orang, dan meninggal 8 orang.
Kendati setiap harinya ada yang sembuh, tapi angka penularan lebih tinggi dari hari ke hari. Sementara vaksin anti virus corona hingga saat ini belum ada di Indonesia, meskipun Presiden Joko Widodo menargetkan pada Januari 2021 masyarakat Indonesia sudah bisa diberikan vaksin yang dikembangkan oleh PT Bio Farma milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aminullah_11-2020.jpg)