Opini
Menggugah Kesadaran Soal Covid
Hari ke hari, kasus penularan virus corona (Covid-19) terus bertambah. Melonjaknya tingkat penularan virus sebenarnya bukan karena virus
Tapi untuk bisa menekan angka ini, sejatinya butuh kesadaran semua pihak agar patuh pada protokol kesehatan. Seperti selalu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Pesan itu juga yang selalu disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam setiap kesempatan, sebagaimana yang dimuat di Harian Serambi Indonesia, edisi Rabu (26/8/2020).
Saya selaku Wali Kota Banda Aceh, juga tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk menaati terhadap protokol kesehatan. Memang virus ini tidak terlihat, tapi makhluk itu nyata dan ada di sekitar kita.
Apalagi saat ini sudah terjadi transmisi lokal dimana tingkat penularannya sangat cepat, sehingga butuh kepekaan yang tinggi dari semua pihak untuk tetap menjaga diri dan keluarga supaya tidak terpapar virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.
Untuk saat ini dibutuhkan sedikit usaha dan kesabaran dalam menjaga diri dari ancaman wabah Covid-19. Jika kita terlalu bersikap apatis, bukan saja membahayakan diri sendiri dan keluarga, tapi juga membahayakan orang lain.
Dalam agama pun, Allah memerintahkan kita untuk berikhtiar sambil berdoa dari keterpurukan ketika mendapat cobaan. Tanpa ada usaha untuk memerangi covid, maka doa saja tidak cukup.
Bisa saja, wabah yang datang hari ini sebagai bentuk teguran Allah kepada hambanya. Barang kali kita terlalu jauh melenceng, baik dalam perbuatan maupun ucapan, yang boleh jadi tanpa kita sadari.
Selain itu, Allah juga tidak menguji hambanya di luar batas kemampuan sang hamba sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 286.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya."
Mengikuti protokol kesehatan adalah merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam melawan wabah Covid-19. Selain itu, kita juga harus makan makanan yang sehat dan menerapkan pola hidup bersih serta rajin olah raga.
Bagi yang menganggap virus corona ini tidak ada, itu merupakan pemahaman yang keliru. Mari kita berpikir jernih akan kondisi saat ini. Jangan terpengaruh dengan isu-isu atau berita-berita bohong karena pada akhirnya kita juga yang akan menanggung akibatnya.
Manusia yang baik itu adalah yang menabur kabaikan terhadap orang lain. Betapa menjadi beban bagi kita semua ketika berbagai aktivitas seperti ekonomi, ibadah, kegiatan sosial, dan sekolah terhenti akibat Covid-19. Bahkan, kalau wabah ini berlanjut dipastikan ekonomi kita bisa masuk jurang krisis dan terciptanya kebodohan akibat kurang maksimal pendidikan.
Sudah begitu banyak orang yang menderita akibat Covid-19. Bahkan tenaga medis sekalipun juga bisa terkena virus ini. Tak hanya itu, yang menyedihkan lagi para tenaga medis yang bertugas di rumah sakit sebagai garda terdepan terpaksa menjauh dari keluarga untuk sementara waktu demi orang lain.
Karena itu, sekali lagi, saya mengajak masyarakat Aceh, khususnya Banda Aceh, mari kita patuhi protokol kesehatan dengan rajin memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan jangan berkerumun serta jaga kebersihan lingkungan sekitar.
Jangan gara-gara kita yang acuh tak acuh justru dapat menyengsarakan orang lain. Mari kita saling mengingatkan satu sama lainnya. Saling menguatkan. Agar wabah ini segera berlalu dan kita bisa hidup dalam kondisi normal lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aminullah_11-2020.jpg)