Sengketa Tapal Batas
Sengketa Tapal Batas Antar Gampong di Banda Aceh Meningkat
Samsuar mengatakan bahwa penyelesaian konflik sosial saat ini sudah ditangani oleh tim penyelesaian tapal batas Kota Banda Aceh.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sepanjang 2020, sengketa tapal batas antar gampong cukup menonjol di Banda Aceh.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banda Aceh Drs T Samsuar MSi dalam siaran pers kepada awak media.
"Untuk tahun ini masalah yang menonjol adalah penanganan konflik tapal batas antara gampong di Kota Banda Aceh," kata Samsuar kepada Serambinews,com, Minggu (30/8/2020.
Samsuar mengatakan bahwa penyelesaian konflik sosial saat ini sudah ditangani oleh tim penyelesaian tapal batas Kota Banda Aceh.
"Penanganan konflik sosial yang terjadi ditengah-tengah masyarakat sebahagian sudah ditangani oleh OPD terkait dengan masing-masing OPD yang membidangi," jelasnya.
• Warga Banda Aceh yang tak Pakai Masker akan Dijatuhi Sanksi Adat hingga Sanksi Kerja Sosial
• KUA Blangpidie Wajibkan Catin Pakai Masker, Siap-siap tak Dinikahkan & Disuruh Pulang Jika Melanggar
• 1 Juta Masker Bantuan Presiden akan Dibagi Se-Aceh, Mobil Dinas Pemprov Aceh Wajib Tempel Stiker Ini
Sebelumnya, pada tahun 2019 Kota Banda Aceh meraih peringkat lima besar terbaik se-kabupaten/kota dalam penanganan konflik tingkat nasional.
"Pada tahun ini semoga bisa menoreh kembali prestasi tersebut," harapnya.
Selama ini penanganan tapal batas antar gampong, ditangani oleh masing camat di wilayahnya dan didukung oleh aparatur gampong dan tokoh masyarakat setempat.
Sehubungan dengan ini, sebelumnya Bakesbangpol juga telah melakukan rapat tim terpadu penanganan konflik sosial di Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Kantor Bakesbangpol setempat pada 26 Agustus lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sengketa-9606.jpg)