Breaking News:

Feature

Kisah Mantan Napi Teroris Aceh yang Mencari Asa untuk Kembangkan Usaha Pepaya California

Namun pada sisi lain mereka masih membutuhkan dukungan pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mengembangkan usaha pertanian mereka di bidang tanaman ub

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZAKI MUBARAK
Taufik Marzuki, alias Abu Sayyaf alias Alek alias Nurdin, mantan tahanan teroris, saat ini sedang mengembangkan pepaya california, di Gampong Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Zaki Mubarak I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Kedua lelaki ini merupakan mantan tahanan teroris yang kini telah bebas dari hukuma, dan kini telah mengembangkan tanaman pepaya california.

Mereka adalah Taufik Marzuki, alias Abu Sayyaf alias Alek alias Nurdin, dan Andri Marlan Saputra, alias Tengku Ahmad, keduanya berasal dari Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Taufik Marzuki, alias Abu Sayyaf alias Alek alias Nurdin, dan Andri Marlan Saputra, alias Tengku Ahmad, pada Kamis (3/9/2020) lalu berkesempatan mengungunjungi Kodim Aceh Utara dengan tujuan untuk membicarakan terkait pengembangan usaha pertanian yang sedang mereka kembangkan.

Mereka adalah Tengku Mukhtar alias Faruqy asal Lhoksumawe dan Taufik Marzuki, alias Abu Sayyaf alias Alek serta Andri Marlan, alias Tengku Ahmad asal Aceh Utara.
Mereka adalah Tengku Mukhtar alias Faruqy asal Lhoksumawe dan Taufik Marzuki, alias Abu Sayyaf alias Alek serta Andri Marlan, alias Tengku Ahmad asal Aceh Utara. (Serambi Indonesia)

Namun pada sisi lain mereka masih membutuhkan dukungan pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mengembangkan usaha pertanian mereka di bidang tanaman ubi porang dan pepaya catina atau California.

VIDEO - Kisah Tiga Mantan Napi Teroris Aceh, Bebas dari Hukuman Penjara Kembangkan Pepaya California

Kisah Tiga Mantan Napi Teroris, Kini Kembangkan Pepaya California

Kisah Tiga Mantan Napi Teroris Aceh, Bebas dari Hukuman Penjara Kembangkan Pepaya California

Taufik Marzuki kepada Serambinews.com, Jumat (4/9/2020) mengatakan pihaknya berharap ada dukungan pemerintah setempat khususnya dinas terkait kepada para mantan teroris.

“Kami hanya butuh perhatian khusus dari Pemkab dalam hal menuntaskan program yang sedang kita garab bersama kawan-kawan,” kata Taufik.

Selama ini, kata Taufik, mereka sering mendapat bantuan dan pembinaan dari Kodim Aceh Utara.

“Awalnya kita sudah merencanakan, pertemuan khusus dengan pihak Distan Aceh Utara, dan sudah mendapat respons baik dari pihak dinas terkait. Namun ada beberapa hal yang membuat jadwalnya terkendala,” pungkasnya.

Secara terpisah Dandim Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, mengatakan sebenarnya ini program yang telah lama dilakukan untuk mendampingi para mantan Napiter.

Dikatakannya, melalui pendampingan yang dilakukan Kodim 0103/Aceh Utara diharapkan para mantan napiter dapat mandiri secara ekonomi, serta menjadi mitra dalam mengentas paham radikal terorisme di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

"Alhamdulillah, saat ini mereka sedang mengembangkan pepaya california serta mencoba menanam ubi jenis porang," jelas Letkol Arm Oke.

Ke depan, sambung Dandim, akan mendorong dinas terkait untuk mendampingi mantan Napiter ini agar apa yang telah dilakukan dapat berkembang serta bermanfaat bagi mereka sendiri dan juga masyarakat sekitar.

"Oleh karena itu, bagaimana memberdayakan mereka supaya hidup sejahtera dan memiliki penghidupan layak bersama keluarga, punya masa depan sehingga tidak terpengaruh untuk kembali ke jaringan mereka," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved