Update Corona di Aceh Tamiang
Lima Pasien RSUD Aceh Tamiang Positif Covid-19, Total Terpapar Corona 59 Orang, Sembuh 48 Orang
Lima pasien RSUD Aceh Tamiang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Balitbangkes Aceh.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Kasus kematian yang sempat dikaitkan dengan Covid-19 di Aceh Tamiang terakhir itu dialami Naz (27) pada Minggu (30/8/2020) lalu.
• Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
• UIN Ar-Raniry Beri Kesempatan Ujian Ulang bagi Peserta yang Gagal Ikut PMB Lokal
• Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
Naz merupakan pasien yang sempat dirawat di Ruang Pinere RSUD Aceh Tamiang dan menunjukkan reaktif Covid-19.
Hasil reaktif itu langsung ditindaklanjuti tim medis dengan pemeriksaan swab. Namun sebelum hasil swab ke luar, kondisi Naz memburuk hingga menghembuskan nafas terakhir.
Pria asal Lhokseumawe itu dimakamkan secara protokol kesehatan di sekitar rumah kerabatnya di Payabedi, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang pada Senin (31/8/2020) siang.
“Sesuai SOP, pasien yang berstatus reaktif tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Alhamdulillah hasil swab yang akurasinya lebih tinggi menyatakan almarhum bersih dari corona,” ucap Bupati Aceh Tamiang, Mursil, ketika itu.
Mursil melanjutkan, hasil negatif itu membuatnya lega karena saat ini Aceh Tamiang telah berupaya maksimal memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan berbagai kebijakan.
• 61 Nelayan Aceh yang Terdampar di India Belum Bisa Pulang, Pemerintah Diminta Fasilitasi Kepulangan
• Erosi Krueng Meureubo Merusak Rumah Warga, Ini Langkah Penanganan dari Pemkab Aceh Barat
• Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Aceh Besar Bertambah 28 Orang, Total Pasien Covid 526 Orang
Sebagai daerah yang menjadi pintu masuk utama ke Aceh, ancaman penyebaran virus ini terbilang tinggi, sehingga perlu perhatian serius.
“Sampai hari ini, Aceh Tamiang terus maksimal memutus rantai penyebaran virus ini. Salah satunya dengan ‘menyeleksi’ setiap orang masuk ke Aceh dengan mendirikan posko pengawasan di perbatasan,” ungkapnya.(*)