Berita Aceh Selatan
Tujuh Unit Perahu Nelayan Pasie Kuala Ba’u, Aceh Selatan Rusak Berat, Tiga Hilang, Ini Penyebabnya
Kejadian ini terjadi setelah kawasan bibir pantai Desa Pasie Kuala Ba'u tersebut dihantam ombak besar pada Selasa (8/9/2020) tengah malam.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Saifullah
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sebanyak 10 unit perahu mesin robin milik nelayan Gampong Pasie Kuala Ba`u, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, mengalami rusak berat, bahkan 3 unit di antaranya hilang tanpa jejak.
Kejadian ini terjadi setelah kawasan bibir pantai Desa Pasie Kuala Ba'u tersebut dihantam ombak besar pada Selasa (8/9/2020) tengah malam sekira pukul 23.00 WIB.
Camat Kluet Utara, H Zainal A, SE mengatakan, perahu milik nelayan yang ditambat di sepanjang bibir pantai Desa Pasie Kuala Ba'u itu rusak karena dihempas gelombang.
“Akibat hantaman gelombang besar menyebabkan 10 unit perahu mesin robin rusak berat, sehingga saat ini nelayan tidak bisa melakukan aktivitasnya untuk melaut,” kata Camat Kluet Utara, H Zainal A SE saat dikonfirmasi Serambinews.com via telepon selulernya, Rabu (9/9/2020).
Adapun perahu robin yang rusak akibat hantaman ombak tersebut, sebut Camat Zainal, masing-masing milik Abdurrahman, Nurkhalis, Surbuki, Dahari, Hasan ludni, Yusni, Tirani, Suleman Ys, Yulizar, dan Yuhanis.
• Lagi, Seorang Pasien Probable Covid-19 Meninggal Dunia di Nagan Raya
• Profil Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Tutup Usia di Umur 89 Tahun
• VIDEO Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama Meninggal Dunia
“Data ini langsung kami input di lapangan PPI Desa Pasie Kuala Ba'u bersama Panglima Laot Kluet Utara,” ungkap H Zainal.
Panglima Laot Lhok Kluet Utara, Zamhuri yang dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah juga membenarkan informasi 10 unit perahu mesin robin milik nelayan Gampong Pasie Kuala Ba`u rusak berat.
Bukan cuma rusak berat, menurut Panglima Laot Kluet Utara ini, 3 unit perahu di antaranya hilang tanpa jejak setelah dihantam ombak. “Musibah ini sangat merugikan para nelayan di Pasie Kuala Ba`u,” ucapnya.
Saat kejadian, ulas Zamhuri, seperti biasa sehabis mencari ikan di laut, perahu-perahu nelayan tersebut ditambat di atas batu sepanjang bibir pantai Pasie Kuala Ba`u.
Batu-batu tersebut merupakan bekas tanggul pengaman pantai yang dibangun pemerintah, beberapa tahun lalu.
• MotoGP San Marino 2020, Fabio Quartararo Target Naik Podium demi Jaga Peluang Juara Dunia
• Ini Perkembangan Terkini Persiapan PMB Secara Tatap Muka di Lhokseumawe
• Lagi, Seorang Pasien Positif Covid-19 asal Aceh Utara Meninggal
“Selasa malam kemarin, terjadi ombak besar hingga menerjang perahu nelayan yang ditambat di atas batu itu," tukasnya.
Para nelayan, lanjut Zamhuri, tidak sempat menyelamatkan perahu miliknya, karena di samping kejadian begitu cepat, saat itu cuaca juga sedang hujan disertai angin kencang.
Terlebih lagi, kejadian itu juga berlangsung saat tengah malam sehingga suasana tempat penambatan perahu–perahu tersebut gelap gulita.
“Rabu pagi, para nelayan mendatangi lokasi dan melihat perahu-perahu mereka telah rusak dihantam ombak laut,” bebernya.
Hasil pendataan pihaknya, tambah Panglima Laot, 3 unit di antaranya telah hilang tanpa jejak dan diperkirakan tenggelam atau dibawa arus gelombang laut.
• Enam Kapolsek Polres Aceh Timur Diganti
• Tamiang Kekurangan Truk Sampah
• KTT Mifa : Momentum Hari Olahraga Nasional Penting Dalam Menjaga Kesehatan Tubuh Di Masa Pandemi
Sedangkan sebanyak 7 unit lagi, mengalami kerusakan beragam, ada yang hancur berkeping–keping, dan ada juga yang rusak serta bodi perahu patah-patah.