Cegah Covid-19, Korea Utara Perintahkan Militer Tembak Mati Siapa Pun yang Berada di Perbatasan

Sejak wabah virus corona muncul pada akhir Desember 2019 di China, negara penganut ideologi Juche itu mengklaim belum menerima satu kasus pun.

Editor: Faisal Zamzami
Daily Mirror
Ilustrasi regu tembak Korea Utara. (Daily Mirror) 

 Tetapi dalam situsnya, CSIS memublikasikan citra satelit di galangan Sinpi South, di mana pakar yakin Pyongyang menguji coba rudal balistik dari kapal selam.

Jika benar, misil terbaru Korut itu merupakan bentuk kurangnya perkembangan positif mengenai upaya denuklirisasi yang digelar AS.

Padahal sejak 2018, Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un menggelar tiga kali pertemuan, dengan agenda di Vietnam pada Februari 2020 mengalami kebuntuan.

Pada Kamis (10/9/2020), Trump mengunggah kicauan di Twitter yang berbunyi "Kim Jong Un berada dalam kondisi sehat, jangan remehkan dia!"

Bedah Buku Abu Doto, dr H Zaini Abdullah: Dulu Tiap Hari Didemo untuk Turun dari Gubernur

VIDEO Kesal Tak Diizinkan Bawa Kucing, Gadis Ini Telanjang Bulat dan Ngamuk di Gym

Kim Jong Un juga Perintahkan Tembak Mati Orang yang Berada di Perbatasan China

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan memerintahkan agar setiap orang yang ketahuan di perbatasan China ditembak mati, sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Kabar itu muncul di tengah klaim negara penganut ideologi Juche bahwa mereka tidak mengalami satu kasus pun dari wabah dunia ini.

Berdasarkan laporan yang muncul, instruksi sudah diberikan agar siapa pun yang berada satu kilometer dari perbatasan China untuk ditembak mati.

Instruksi itu terjadi meski Kim Jong Un mengklaim bahwa dia tidak khawatir dengan pandemi Covid-19, karena Korea Utara belum mengalaminya.

Meski begitu, dalam pernyataannya Juli lalu, Kim mengungkapkan bahwa virus corona itu "bisa saja" sudah memasuki negaranya.

Adapun kabar perintah dari Kim itu diungkapkan oleh sejumlah sumber kepada Radio Free Asia, seperti diberitakan Daily Mirror Jumat (28/8/2020).

Sumber yang mengaku tinggal di Provinsi Hamgyong mengungkapkan, mereka sudah mendapat pemberitahuan bahwa perintah itu berlaku di seluruh perbatasan China-Korut.

Perintah tembak mati yang dikeluarkan melalui Kementerian Keamanan Sosial tersebut akan diberlakukan hingga wabah dinyatakan berakhir.

"Polisi di Hoeryong merilis perintah darurat dari kementerian, di mana mereka yang berada di perbatasan bakal dibunuh apa pun alasannya," kata sumber itu.

Dalam penjelasan sumber, kepolisian sudah menerangkan bahwa virus corona itu sudah mewabah di seluruh dunia kecuali Korea Utara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved