Gajah Liar

Gajah Liar Kembali Rusak Tanaman Warga di Seumanah Jaya

Jumlah gajah yang masuk ke kebun dan merusak tanaman petani sekitar 17 ekor.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Foto MUHAT
Tanaman sawit milik petani di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dirusak gajah liar akhir Agustus 2020 lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kawanan gajah liar kembali masuk ke ladang warga dan merusak berbagai tanaman di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Jumlah gajah yang masuk ke kebun dan merusak tanaman petani sekitar 17 ekor.

“Sudah 2 tahun gajah tak masuk, tapi Kamis pagi kemarin istri saya terkejut saat ke ladang lihat tanaman sudah dicabut gajah, seperti pisang, ubi, dan tanaman lainnya hancur porak-poranda,” kata Junaidi, staf lapangan Forum Konservasi Leuser (FKL) Aceh Timur, kepada Serambinews.com, Jumat (11/9/2020).

Junaidi mengaku terkejut gajah tiba-tiba masuk lagi ke kebunnya.

100 Warga Tertipu Rumah Bantuan, Kerugian Ditaksir Rp 800 Juta

Polisi Selidiki Terkait Enam Wanita Imigran Rohingya yang Sudah Kabur dari BLK Lhokseumawe

Puas Dapat Penjelasan Kajari, Demonstran Bubarkan Diri  

Padahal, pergerakan gajah selama ini dapat dipantau melalui aplikasi di HP-nya, karena kelompok gajah yang sering masuk ke kebun warga di daerah itu sudah dipasang alat Global Positioning System (GPS) oleh tim BKSDA Aceh, dan Forum Konservasi Leuser.

Rupanya, kata Juna, GPS tersebut terlepas dari leher gajah. Dan posisi GPS terpantau di kawasan perkebunan sawit PT Dwi Kencana Semesta.

“Jadi kami kehilangan jejak gajah, karena GPS-nya sudah copot dari gajah, sehingga tidak tahu gajah sudah masuk ke kebun warga. Tapi, kini GPS-nya sudah ditemukan lagi oleh staf BKSDA Aceh di lapangan, dan akan dipasang lagi pada kelompok gajah di Seumanah Jaya,” tukas Juna.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved