Viral Medsos

Penerbangan Dibatalkan, Polisi Usir Seorang Ayah dari Pesawat Agar Pakaikan Masker untuk Anaknya

Karena keluarga itu menolak memakaikan masker pada anaknya, akhirnya mereka diminta untuk keluar dari pesawat.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Mursal Ismail
Daily Star
Penerbangan Dibatalkan, Polisi Usir Seorang Ayah dari Pesawat Agar Pakaikan Masker untuk Anaknya 

Sehingga suara tangisan balita tiga tahun terdengar ke seluruh kabin kapal.

Karena terjadi perdebatan, penerbangan akhirnya dibatalkan dan seluruh penumpang dikeluarkan dari penerbangan.

Safwan mengklaim staf memerintahkannya untuk menutupi wajah anaknya yang berusia 19 bulan, tetapi tuduhan itu telah dibantah keras oleh maskapai penerbangan.

Penjelasan maskapai, setiap penumpang berusia di atas dua tahun, wajib mengenakan masker.

Namun, karena Safwan tidak memakaikan masker pada anaknya yang berusia tiga tahun, pihak maskapai menegur. 

Menurut laporan, Safwan mengklaim putrinya yang berusia tiga tahun sedang makan ketika kru menyuruh mereka memasang masker padanya.

Namun maskapai penerbangan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keluarga tersebut 'tidak mematuhi peraturan setelah beberapa permintaan'.

Merasa tak Diakomodir, HRD Protes Dirjen Perkeretaapian soal Kereta Api Aceh

Cerita Istri Terkejut Lihat Perubahan Suami yang Suka Marah Jadi Ceria, Ternyata Gegara Grup WA Ini

Berbicara pada Daily Star, maskapai penerbangan terkait meminta maaf atas kejadian di dalam pesawat.

"West*** meminta maaf atas gangguan pada rencana perjalanan dan pembatalan penerbangan 652 dari Calgary ke Toronto menyusul masalah ketidakpatuhan terhadap mengenai masker oleh penumpang yakni seorang anak berusia di atas dua tahun," kata pihak penerbangan dalam sebuah pernyataan.

"Dalam hal ini, karena ketidakpatuhan orang tua untuk memasang masker pada anak mereka yang berusia di atas dua tahun, kru kami memberi tahu orang tuannya tentang peraturan yang harus diikuti.

"Awak kami meminta kehadiran pihak berwenang setelah tamu menolak untuk mematuhi perintah sementara dan menolak untuk turun dari pesawat.

"Karena eskalasi situasi yang cepat di atas kapal, kru kami merasa tidak nyaman untuk beroperasi dan penerbangan kemudian dibatalkan.

"Penting untuk diklarifikasi bahwa West*** tidak meminta bayi di bawah usia dua tahun untuk memakai masker. Mereka tidak mematuhinya setelah sekian banyak permintaan," terang maskapai terkait.

"Maskapai menambahkan keluarga tersebut tidak bepergian dengan tiket yang dibeli tetapi dengan 'tiket karyawan' yang ditawarkan untuk perjalanan karyawan perusahaan.

"Sejak 1 September 2020, West*** telah memberlakukan kebijakan topeng tanpa toleransi dan kami menghargai dukungan dan kerja sama para penumpang dan karyawan yang terus mematuhi peraturan," tambah juru bicara maskapai. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Tiga Jurnalis Turki Dibebaskan dari Penjara, Seusai Mendekam Enam Bulan, Ini Tuduhannya

Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Tahap 3 Cair Hari Ini, 3,5 Juta Pekerja Dapat Jatah, Cek Rekeningmu

Kisah Gadis Remaja Jadi Pelampiasan Nafsu Kakeknya Selama 2 Tahun, Nenek Cuma Diam

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved