Viral Medsos
Penerbangan Dibatalkan, Polisi Usir Seorang Ayah dari Pesawat Agar Pakaikan Masker untuk Anaknya
Karena keluarga itu menolak memakaikan masker pada anaknya, akhirnya mereka diminta untuk keluar dari pesawat.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Mursal Ismail
Karena keluarga itu menolak memakaikan masker pada anaknya, akhirnya mereka diminta untuk keluar dari pesawat.
SERAMBINEWS.COM - Polisi menyuruh keluar satu keluarga dari pesawat karena balita berusia tiga tahun tidak memakai masker.
Adu mulut antara polisi dengan satu keluarga ini terekam kamera dan dibagikan pada media sosial Twitter.
Polisi memerintahkan kepada orang tua untuk memakaikan masker pada anak berusia tiga tahun.
Karena keluarga itu menolak memakaikan masker pada anaknya, akhirnya mereka diminta untuk keluar atau mengusirnya dari pesawat.
Postingan ini dibagikan oleh @SafwanChoudhry, Rabu (9/9/2020).
"Sebelumnya hari ini keluarga saya mengalami pelayanan yang paling mengerikan & tidak manusiawi maskapai pesawat.
"Istri saya diancanm akan ditangkap & dibawa paksa keluar kecuali jika anak perempuan saya, 3 thn & 19 bulan memakai masker.
"Saat saya memakaikan topengnya, anak berusia 19 bulan itu menangis histeris," tulisnya.
• Jenazah Rohingya yang Ketiga Meninggal di Aceh juga Dishalatkan di RSUCM
• Ini Penyakit yang Mendera Rohingya Ketiga Hingga Meninggal di Aceh
• Unsyiah dan Indosat Jalin Kerja Sama Wujudkan Smart Campus
Sampai hari ini, Jumat (11/9/2020), video ini sudah ditonton hampir 700 ribu tayangan.
Melansir dari Daily Star, Kamis (11/9/2020), video ini direkam pada penerbangan dari Calgary ke Toronto, Kanada, Selasa lalu.
Dua petugas berbicara pada Safwan (orang tua yang terlibat perdebatan dengan polisi), meminta agar balita berusia 3 tahun dipakaikan masker.
"Anda tidak memasang masker pada anak Anda," kata polisi.
Karena terjadi perdebatan, beberapa penumpang pesawat lainnya mencoba membantu keluarga Safwan.
Sehingga suara tangisan balita tiga tahun terdengar ke seluruh kabin kapal.
Karena terjadi perdebatan, penerbangan akhirnya dibatalkan dan seluruh penumpang dikeluarkan dari penerbangan.
Safwan mengklaim staf memerintahkannya untuk menutupi wajah anaknya yang berusia 19 bulan, tetapi tuduhan itu telah dibantah keras oleh maskapai penerbangan.
Penjelasan maskapai, setiap penumpang berusia di atas dua tahun, wajib mengenakan masker.
Namun, karena Safwan tidak memakaikan masker pada anaknya yang berusia tiga tahun, pihak maskapai menegur.
Menurut laporan, Safwan mengklaim putrinya yang berusia tiga tahun sedang makan ketika kru menyuruh mereka memasang masker padanya.
Namun maskapai penerbangan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keluarga tersebut 'tidak mematuhi peraturan setelah beberapa permintaan'.
• Merasa tak Diakomodir, HRD Protes Dirjen Perkeretaapian soal Kereta Api Aceh
• Cerita Istri Terkejut Lihat Perubahan Suami yang Suka Marah Jadi Ceria, Ternyata Gegara Grup WA Ini
Berbicara pada Daily Star, maskapai penerbangan terkait meminta maaf atas kejadian di dalam pesawat.
"West*** meminta maaf atas gangguan pada rencana perjalanan dan pembatalan penerbangan 652 dari Calgary ke Toronto menyusul masalah ketidakpatuhan terhadap mengenai masker oleh penumpang yakni seorang anak berusia di atas dua tahun," kata pihak penerbangan dalam sebuah pernyataan.
"Dalam hal ini, karena ketidakpatuhan orang tua untuk memasang masker pada anak mereka yang berusia di atas dua tahun, kru kami memberi tahu orang tuannya tentang peraturan yang harus diikuti.
"Awak kami meminta kehadiran pihak berwenang setelah tamu menolak untuk mematuhi perintah sementara dan menolak untuk turun dari pesawat.
"Karena eskalasi situasi yang cepat di atas kapal, kru kami merasa tidak nyaman untuk beroperasi dan penerbangan kemudian dibatalkan.
"Penting untuk diklarifikasi bahwa West*** tidak meminta bayi di bawah usia dua tahun untuk memakai masker. Mereka tidak mematuhinya setelah sekian banyak permintaan," terang maskapai terkait.
"Maskapai menambahkan keluarga tersebut tidak bepergian dengan tiket yang dibeli tetapi dengan 'tiket karyawan' yang ditawarkan untuk perjalanan karyawan perusahaan.
"Sejak 1 September 2020, West*** telah memberlakukan kebijakan topeng tanpa toleransi dan kami menghargai dukungan dan kerja sama para penumpang dan karyawan yang terus mematuhi peraturan," tambah juru bicara maskapai. (Serambinews.com/Syamsul Azman)
• Tiga Jurnalis Turki Dibebaskan dari Penjara, Seusai Mendekam Enam Bulan, Ini Tuduhannya
• Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Tahap 3 Cair Hari Ini, 3,5 Juta Pekerja Dapat Jatah, Cek Rekeningmu
• Kisah Gadis Remaja Jadi Pelampiasan Nafsu Kakeknya Selama 2 Tahun, Nenek Cuma Diam