Berita Aceh Singkil

Curhat Warga di Aceh Singkil; Pak, Kami Bosan Terisolir!

Puluhan tahun sudah, warga di empat desa ini, terlebih Desa Kayu Menang, merasakan penderitaan yang luar biasa.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Nelayan beraktivitas di Sungai Singkil, Senin (14/9/2020). 

Laporan Subur Dani | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, ACEH SINGKIL - Tak jauh dari daratan Aceh Singkil, sebuah kecamatan yang membawahi empat desa berada tepat di tengah Sungai Kilangan atau dikenal juga Sungai Kuala Baru atau Sungai Singkil.

Sungai Singkil adalah sebuah sungai yang membelah daratan Singkil dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Empat desa dengan total penduduk hampir 2.000-an jiwa bermukim di sana, tepatnya di Desa Kayu Menang, Desa Laut, Desa Kuala Baru Sungai, dan Desa Suka Jaya.

Puluhan tahun sudah, warga di empat desa ini, terlebih Desa Kayu Menang, merasakan penderitaan yang luar biasa.

Saban hari, mereka harus mengarungi sungai dengan perahu sampai, perahu robin, dan sesekali dengan speedboat untuk mencapai daratan Singkil.

Berbagai kesulitan dirasakan warga di sana karena tak ada akses jalan. Untungnya, mayoritas penduduk dengan mata pencarian nelayan, membuat mereka terbiasa meski harus mengarungi sungai saban hari untuk berbagai keperluan.

Update Corona di Bener Meriah - 43 Orang dinyatakan Sembuh, 1 Meninggal Dunia & 1 Isolasi Mandiri

Hari Ini, Bertambah Satu Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah

Artis Wulan Guritno Berhasil Turunkan Berat Badan 4 Kg, Begini Caranya

"Masyarakat kami nelayan. Kalau harus bawa ikan ke Singkil, biayanya mahal. Tapi kalau jalan ke Buloh Seuma sudah bagus, nelayan bisa lebih mudah membawa ikan ke darat dan ikan nelayan bisa lebih mahal," kata Nur, warga Desa Laut, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Senin (14/9/2020).

Nur mengeluhkan kondisi jalan di kecamatan tersebut. Saban hari, ia menjumpai penjual ikan yang membawa ikan segar dari Kuala Baru ke Buloh Seuma.

Dengan sepeda motor yang dipasangkan dua keranjang di jok belakang, mereka setiap hari harus melewati tiga jembatan kayu ringsek, lantaran badan jembatannya telah dibawa banjir besar, dua bulan lalu.

"Kasihan sekali kita lihat mereka Pak. Betul itu Pak. Kami di sini bosan terisolir," ungkap Nur dengan suara bergetar.

Bagi Nur, bukan sebatas jembatan Kilangan-Kuala Baru yang harus dituntaskan pembangunannya oleh pemerintah.

Pembangunan jalan tembus ke Buloh Seuma dan Trumon, Aceh Selatan dari Kuala Baru Aceh Singkil juga harus segera diselesaikan.

"Kalau jalan ini selesai, ke Buloh Seuma 15 menit sampai. Dari Buloh Seuma ke Trumon sampai satu jam. Tapi kalau dari Singkil ke Trumon bisa 5 jam," beber Nur.

DFSK Glory i-Auto Memiliki Segudang Fitur, Dari Perintah Suara Sampai Kamera 360 Derajat

Bebek Trail Honda XRM125 DS Hanya Ada di Filipina

Warna Boleh Berbeda, Harga Yamaha X-Ride 125 Tetap Sama

Dalam kondisi seperti saat ini, di mana jalan berlubang di sana-sini dan tiga jembatan nyaris putus, sekitar dua ribuan masyarakat Kuala Baru menjadi masyarakat yang terisolir.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved