Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Disdikbud Aceh Tenggara Liburkan Ratusan Siswa & Puluhan Guru, Penyebabnya Berkaitan Hasil Tracing

Mereka diliburkan setelah hasil tracing mengungkapkan sempat kontak dengan 18 pasien positif Covid-19 di Aceh Tenggara maupun dengan pihak keluarganya

For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tenggara, Bakri Saputra, SPd MSi 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Sebanyak 612 siswa dari berbagai jenjang pendidikan dan 30 tenaga pendidik (guru) di Aceh Tenggara diliburkan, sejak Selasa (15/9/2020).

Mereka diliburkan setelah hasil tracing mengungkapkan sempat kontak dengan 18 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Tenggara maupun dengan pihak keluarganya.

"612 pelajar dan 30 guru diliburkan setelah ditracing ada kontak erat dengan pasien positif Covid-19, "jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tenggara, Bakri Saputra, SPd MSi kepada Serambinews.com, Rabu (16/9/2020).

Bakri Saputra menerangkan, siswa maupun guru pengajar jenjang SD, SMP, MTsN, dan SMA tersebut harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah mereka masing-masing.

"Dengan melakukan isolasi mandiri, tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona di pedesaan di Aceh Tenggara,” urainya.

20 Tahun Lalu, Rektor UIN Ar Raniry Prof Safwan Idris Ditembak Dua OTK, Pelaku Belum Terungkap

Mengenang Prof Safwan Idris, Sudah 20 Tahun Tak Terungkap Penembaknya, Begini Detik-detik Kejadian

Yudisium Unik ala Fakultas Saintek UIN Ar-Raniry, Mahasiswa Tunggu Panggilan Live dalam Mobil

Menurut Bakri Saputra, hasil tracing yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara, anak-anak pasien terkonfirmasi positif Covid-19 rupanya ada kontak dengan pelajar lainnya.

“Makanya, kita ambil kebijakan untuk meliburkan mereka guna menjalani isolasi mandiri selama 14 hari untuk melihat apakah ada gejala reaktif Covid-19 atau tidak,” papar dia.

"Apabila selama isolasi tidak menunjukkan tanda-tandaa terpapar Covid-19, mereka akan kembali lagi sekolah sistem belajar tatap muka, namun tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19," terang Bakri.

Pada bagian lain, Kadisdikbud menegaskan, untuk memutus rantai penyebaran virus corona, semua pelajar dan guru di Aceh Tenggara diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara, Muhammad Ridwan SE MSi, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisdisperindag) Ramisin, bersama 16 warga lainnya, positif terkonfirmasi Covid-19, Minggu (13/9/2020).

Harga Emas Menyentuh Angka Rp 3 Juta Per Mayam

Ini Deretan Harta Terpidana Narkoba Dirampas Untuk Negara, Termasuk Uang dalam Rekening Istri

Ratusan Warga Shalat Jenazah H Harun Keuchik Leumiek di Masjid yang Dibangun Almarhum

"Hasil test swab PCR Covid-19 di Balitbangkes Aceh telah keluar, Minggu siang tadi. Ada 18 orang positif Covid-19 di Aceh Tenggara, dua di antaranya yakni Sekda Aceh Tenggara, Muhammad Ridwan SE MSi dan Kadisdisperindag Ramisin,” sebut Kepala Sekretariat Markas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara, Mohd Asbi ST MM, kepada Serambinews.com, Minggu (13/9/2020).

Mohd Asbi merincikan, sejak wabah corona melanda Kabupaten Aceh Tenggara, sudah ada 25 orang yang positif terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah itu, urainya, ada yang yang meninggal dunia, tapi banyak juga yang telah sembuh.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved