Luar Negeri
Kisah Perang Yom Kippur, Pertempuran Brutal Pasukan Suriah dan Israel, Mayat Bergelimpangan
- Pasukan Suriah pernah menghancurkan satu brigade pasukan tank Israel dalam Perang Yom Kippur 1973.
Pasukan tank Kolonel Ben Shoham, Barak Brigade, yang berusaha membendung gerak maju pasukan tank dan infantri sebenarnya berusaha minta bantuan kepada 53rd Mechanised Infantri yang bermarkas Juhader.
Tapi komunikasi Ben Shoham dan komandan 53rd Mechanised, Letkol Oded Erez ternyata berhasil disadap Suriah.
Kolonel Ben Shoham yang melakukan komunikasinya di mobil komando truk tiga perempat diam-diam dikuntit oleh tank-tank Suriah yang kemudian membentuk formasi pengepungan.
Sisa-sisa pasukan Barak Brigade yang telah mendapatkan suplai senjata dan amunisi kini mulai menyusun lagi kekuatan untuk menahan gempuran pasukan Suriah.
Tapi Kolonel Ben Shoham belum tahu jika saat itu sekitar 450 tank Suriah dan pasukan infanteri yang dilengkapi senjata anti tank RPG-7 telah mengepung serta siap melancarkan hantaman.
Gempuran tank Suriah yang sudah dalam formasi mantap, mengepung dari arah selatan dan barat dilancarkan pada malah hari.
Pilihan gempuran malam itu sengaja dipilih Suriah mengingat tank-tanknya telah dilengkapi teropong malam sementara tank-tank Barak Brigade harus bertempur seperti orang buta.
Pesawat-pesawat tempur Israel yang datang membantu mencoba menembakkan flare tapi tak cukup membantu.
Komandan-komandan tank Israel hanya bisa mengandalkan kilatan api tank Suriah untuk mengarahkan bidikan.
Pertempuran sengit yang berlangsung di kawasan yang dikenal sebagai Lembah Tangis (Valley of Tears) itu kendati didominasi oleh superioritas tank dan arileri Suriah, hingga pukul 10 malam, masih belum mampu menundukkan perlawanan Israel.
Pertempuran berlangsung secara brutal dan medan perang diwarnai oleh rongsokan ratusan tank, kendaraan pengakut, dan mayat.
Tapi pasukan Kolonel Ben Shoham dan Letkol Oded yang sudah deberi perintah untuk menggunakan semua potensi yang ada kini benar-benar dalam kondisi terdesak.
Untuk membantu, Mayor Jenderal Hofi yang bertanggung atas kawasan Golan bagian selatan mengirim 4 pesawat tempur Skyhawk. Namun, semua pesawat yang datang menyerbu itu berhasil dirontokkan rudal SAM Suriah.
Akhirnya semua pasukan Ben Shoham dan Oded Erez diperintahkan untuk mundur melintasi jalur pipa minyak, Trans Arabian Pipeline (TAP Line) yang membentang dari kawasan Dataran Tinggi Golan, Suriah, dan Yordania.
Ben Shoham yang memutuskan mundur sambil melakukan perlawanan kini tinggal mempunyai 12 tank dan bergerak ke kawasan Tel Faris.
Setelah melintasi TAP Line, esok harinya pasukan infantri Suriah 5th Infantry Division terus bergerak maju dan berada di posisi 10 km sebelah tenggara Juhader .
Pemandangan laut Galilea dan kota Tiberias tampak jelas dan semangat untuk segera menyerbu langsung Israel pun makin menggebu.
Meskipun masih menghadapi serangan sporadis dari sisa-sisa pasukan Israel, kawasan Dataran Tinggi Golan bagian selatan telah sepenuhnya dikuasai oleh pasukan Suriah.
Konsolidasi untuk menggelar kekuatan pun bisa secara leluasa dilakukan oleh pasukan Suriah.
Kekuatan yang masih dimiliki oleh Suriah di antaranya adalah sebanyak 600 tank dan ribuan pasukan infantri yang sedang mengalami eforia menang perang.
Sambil bergerak mundur 12 unit tank yang dipimpin oleh Ben Shoham dan sedang berada di kawasan selatan Golan sekonyong-konyong melihat debu mengepul di kejauhan.
Tank-tank Suriah ternyata terus bergerak dan menembaki konvoi Ben Shoham. Tak ada pilihan lain, tank-tank Ben Shoham terpaksa mundur ke arah utara hingga memasuki ke kawasan Gamla Rise, lokasi strategis untuk menerobos pantai Galilea.
Sampai di Buetiha Valley dan Arik Bridge, Ben Shoham mencoba menyusun kekuatan dengan pasukan infantri Israel.
Tapi karena tank-tank Suriah terlalu banyak, Ben Shoham dan pasukannya memutuskan untuk mundur melambung ke Nafekh, kawasan strategis yang juga merupakan markas Angkatan Darat Israel.
Nafekh juga merupakan satu-satunya pilihan sebab jika tidak melambung pasukan Ben Shoman justru akan memasuki perbatasan Yordania.
Saat pasukan Ben Shoman menuju Nafekh mereka melintasi lagi jalur TAP Line namun berada posisi yang makin terdesak ke sebelah utara.
Di Nafekh sisa pasukan tank Ben Shoman yang tinggal 6 unit lalu memutuskan untuk menghadang 80 tank Suriah.
Dalam pertempuran tak seimbang itu akhirnya Kolonel Ben Shoman tewas tepat pada hari kedua serbuan Surian ke Dataran Tinggi Golan. (Ade Sulaeman)
• Lima Mayat ABK Disimpan di Freezer 12 Hari, Tewas Usai Tenggak Miras
• Tersangka Pelecehan Seks Terhadap Pelanggan Pijat Refleksi Diancam Hukuman 45 Kali Cambuk
• Menlu India Tak Percaya Lagi China, Perkataan dengan Perbuatan Berbeda, Tentara Terus Dikerahkan
Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul: Kisah Sengitnya 'Operastion Badr', Pertempuran Brutal Aksi Balas Dendam atas Perang Enam Hari, Medan Diwarnai Rongsok Ratusan Tank hingga Mayat Bergelimpangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-tank.jpg)