Senin, 20 April 2026

Luar Negeri

Ukraina Usir Peziarah Yahudi di Perbatasan, Ingin Ziarahi Rabbi yang Meninggal 1810

Pemerintah Ukraina Kamis (17/9/2020) memperingatkan keras ribuan peziarah Yahudi Hasid yang telah terjebak di perbatasan selama berhari-hari.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para peziarah Yahudi terjebak di antara perbatasan Belarusia dan Ukraina, seusai Pemerintah Ukraina melarang warga Yahudi masuk wilayah negaranya pada Rabu (16/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina Kamis (17/9/2020) kembali memperingatkan keras ribuan peziarah Yahudi Hasid yang telah terjebak di perbatasan selama berhari-hari.

Dikatakan, mereka tidak akan mengizinkan masuk ke negara itu karena pembatasan virus Corona.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan sekitar 2.000 orang telah berkumpul di perbatasan dengan Belarusia.

Dengan harapan dapat berkunjung ke kota Uman di Ukraina untuk menziarahi makam seorang rabi penting Hasid yang meninggal pada tahun 1810, Nachman.

Rabbi Nachman, pendiri gerakan Breslov Hasidic

Ribuan orang Yahudi ultra-Ortodoks mengunjungi kota itu setiap bulan September untuk merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi.

Menteri India, Harsimrat Kaur Badal Mengundurkan Diri, Menolak Liberalisasi Sektor Pertanian

Dirayakan pada 18-20 September tahun ini, dan beberapa peziarah berhasil mencapai Uman sebelum Ukraina menutup perbatasannya pada akhir Agustus 2020 di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

Ribuan orang lainnya melakukan perjalanan melalui Belarusia, yang tidak menghalangi pengunjung asing untuk masuk.

Pada Kamis (17/9/2020), pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Mykhailo Apostol menegaskan kembali bahwa para peziarah tidak akan diizinkan melintasi perbatasan.

"Ukraina telah menutup perbatasannya untuk orang asing, dan tidak ada pengecualian akan dibuat untuk peziarah Hasid," kata Apostol kepada wartawan.

"Ini semakin dingin dan kami menyarankan agar mereka kembali ke Belarus, membeli tiket dan pulang," tambahnya.

Kasus Pemimpin Oposisi Rusia Mulai Terkuak, Racun di Botol Air Minum Terdeteksi di Kamar Hotel

Menteri Pendidikan Tinggi Israel Zeev Elkin tweeted Kamis upaya untuk membantu para peziarah memasuki Ukraina telah gagal, dan meminta mereka untuk kembali ke Israel.

Pada satu titik, puluhan peziarah Hasid yang mengenakan kostum cossack tradisional Ukraina menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina dan meneriakkan "Glory to Ukraine!" dalam upaya nyata untuk melunakkan hati pihak berwenang.

Ketika ribuan peziarah menghabiskan berhari-hari di tanah tak bertuan antara Belarusia dan Ukraina, beberapa tidur di tenda darurat dan yang lainnya di tanah.

Ukraina dan Belarusia bertengkar karena kebuntuan tersebut.

Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Kalangan santri, Dayah Dhiaul Falah Assamadiyah Gandeng BNNK Pidie

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved