Update Corona di Banda Aceh
Hari Ini, Bertambah 36 Pasien Terkonfirmasi Covid di Banda Aceh, Ini Kata Kadinkes Lukman SKM MKes
Hari ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Banda Aceh hingga Jumat (18/9/2020) bertambah 36 orang.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
Perwal dikeluarkan bukanlah sebagai hukuman, tetapi untuk melatih kita agar lebih disiplin mengikuti Prokes Covid-19.
Bagi pelanggar Perwal diberikan sanksi denda, sanksi sosial dan administrasi.
"Ini semua dilakukan sebagai bentuk rasa kepedulian dan ketegasan Pemko Banda Aceh guna mencegah penyebaran virus corona di Banda Aceh," ujar Lukman SKM MKes.
• Ini Jumlah Ruang Isolasi OTG & Pinere yang Disiapkan Pemko Lhokseumawe di Blang Panyang dan RS Arun
• Fakta Bos PO Pelangi Ditangkap BNN, Bus dari Aceh Ini Sembunyikan 13 Kilogram Sabu-sabu
Gunakan masker ketika keluar rumah serta mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer serta mengkomsumsi vitamin untuk daya imun tubuh guna mencegah virus corona.
Menurut Lukman, saat ini penyebaran virus corona di pedesaan di Banda Aceh berada pada kluster keluarga dan masyarakat. Ini harus kita waspadai, apalagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dapat menularkan penyakit ke orang lain.
Bahkan, resiko tinggi adalah para petugas kesehatan yang perlu meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengunakan APD ketika melayani pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banda Aceh, Lukman SKM MKes, mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan agar utamakan keselamatan dari Covid-19 dan gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar pelayanan operasional (SOP).
"Jangan kita sampai membawa wabah corona ke rumah, sayangilah keluarga kita," ujar Lukman.
Disebutkan Lukman, di Banda Aceh tersedia 11 Puskesmas di 9 kecamatan untuk melayani masyarakat yang berobat.
Menurut Lukman, untuk mengantisipasi penularan virus corona lebih masif di area layanan kesehatan, puskesmas dan rumah sakit saat ini telah menyediakan hand sanitizer.
"Selain itu, para petugas juga menggunakan alat pelindung diri (APD)," lanjut dia.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, petugas juga memisahkan pasien yang batuk-batuk, demam tinggi dengan pasien yang sakit biasa.
Pelayanan Kesehatan di RSU atau Puskesmas tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak fisik, jarak sosial, dan memakai masker.
Menurut Lukman, petugas kesehatan ketika melayani masyarakat yang berobat harus memakai APD Standar guna mencegah penyebaran virus corona di pedesaan di Banda Aceh yang kini pada tahap cluster keluarga.
"Melayani masyarakat penting, mengutamakan keselamatan dari covid-19 juga paling utama. Karena, tenaga kesehatan sangat rentan terjangkit wabah corona, makanya perlu menjaga diri dan memakai APD Standar," ujarnya.(*)
• Ziarah ke Makam Saudagar Emas, Ini Bukan San Diego Hills
• Sidang Kasus 2 PNS yang Pingsan Tanpa Celana di Mobil Goyang, Keduanya Dituntut Pasal Perzinahan
• Satu Keluarga Tempati Gubuk Pinggir Jalan, Delapan Mualaf Ikut Berteduh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadiskes-kota-banda-aceh-lukman-skm-mkes-bicara-corona.jpg)